Seperti Robocop, Polisi Miami Kenalkan Mobil Patroli Tanpa Awak

Dua petugas dari Kepolisian Miami Dade bersama kendaraan patroli tanpa awak. Foto: Instagram @aaguilarmpd
Dua petugas dari Kepolisian Miami Dade bersama kendaraan patroli tanpa awak. Foto: Instagram @aaguilarmpd

Kepolisian Miami-Dade di Miami, Florida, Amerika Serikat (AS), bersama Policing Lab memperkenalkan kendaraan patroli tanpa awak bernama Police Unmanned Ground Patrol Partner atau PUG. Kendaraan itu menjalankan fungsi bak robot penegak hukum RoboCop.

Meskipun terlihat seperti mobil polisi biasa, Policing Lab menyatakan, PUG merupakan salah satu strategi dalam rangka pengganda kekuatan. Yang mana, dapat membantu meningkatkan keselamatan dan efisiensi kinerja aparat kepolisian.

Direktur Eksekutif Policing Lab, Marjolijn Bruggeling mengatakan, PUG bisa membantu meningkatkan kesadaran situasional. Lalu, mengotomatiskan tugas-tugas berulang dan memungkinkan deputi fokus menangani tugas kepolisian yang kompleks dan manusiawi.

Belum dijelaskan detail PUG, tapi kendaraan patroli dibangun memakai basis Ford Police Interceptor Utility didukung teknologi mengemudi otonom Perrone Robotics. Mobil patroli tanpa awak di area rawan kejahatan bisa menjadi pencegah kejahatan.

“PUG dilengkapi berbagai macam kamera dan sistem pencitraan termal, sehingga bisa dijadikan sebagai sarana pengawasan bergerak,” kata Bruggeling, Rabu (08/10/2025).

Kendaraan ini turut dilengkapi dengan pembaca plat nomor kendaraan dan peluncur drone. Dengan dukungan-dukungan tersebut, PUG bisa memberikan informasi langsung ke kepolisian dan mengirimkan peringatan bila menemukan plat nomor kendaraan tertentu.

“Dengan demikian, kendaraan patroli tanpa awak bisa membantu menemukan kendaraan curian dan memanggil petugas polisi untuk meminta bantuan,” ujar Bruggeling.

Pengembangan PUG saat ini disampaikan masih dalam tahap awal. Nantinya, Kepolisian Miami-Dade akan menampilkan kendaraan patroli tanpa awak tersebut dalam acara-acara publik untuk meminta masukan dari masyarakat sebelum secara resmi mengoperasikan.

Program percontohan tersebut akan dilaksanakan selama satu tahun. Dengan fokus untuk menilai pengaruhnya terhadap kecepatan waktu respons, penguatan upaya pencegahan, peningkatan keselamatan petugas, dan peningkatan kepercayaan publik. (Antara/WS05)