Bukan cuma Daerah, Kasus Keracunan MBG Terjadi di 10 Lokasi di Jakarta

(ilustrasi) Presiden Prabowo sedang melihat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Jati 05 Pagi Pulogadung, Jakarta, (03/07/2025)
(ilustrasi) Presiden Prabowo sedang melihat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Jati 05 Pagi Pulogadung, Jakarta, (03/07/2025)

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat sebanyak 60 siswa dari 10 lokasi di Jakarta mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Namun, Kepala Dinkes Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, tidak semua korban keracunan perlu peralatan kesehatan.

“Kalau di Jakarta ada di 10 lokasi, tapi sebenarnya siswa yang terdampak yang sampai memerlukan peralatan kesehatan tidak terlalu banyak. Ada sekitar 60-an dari seluruh lokasi,” kata Ani, Minggu (05/10/2025).

Namun, Ani tidak memerinci lokasi mana saja ditemukan kasus-kasus keracunan MBG di Jakarta. Ia menyampaikan, berdasarkan hasil laboratorium sebagian besar penyebab keracunan makanan ada bakteri. Hal ini disebut sesuai keterangan Menteri Kesehatan.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengaku menemukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak melaksanakan SOP distribusi dengan baik. Hal itu disebut mengakibatkan keracunan.

Padahal, ia menambahkan, BGN sebenarnya sudah memberikan SOP yang cukup jelas. Hasudungan menyebut, ini didapati mereka setelah melakukan pemeriksaan laboratorium selama dua kali dalam satu pekan di dua lokasi masing-masing kota yang ada di Jakarta.

“Ketika kita melakukan monitoring, ternyata SOP tersebut kurang dilaksanakan dengan baik,” ujar Hasudungan. (Antara/WS05)