UEFA Gelar Pemungutan Suara untuk Larang Israel di Kompetisi Internasional

Pesan kecaman terhadap genosida Israel terhadap Palestina yang dibentangkan dalam UEFA Super Cup 2025. Foto: Istimewa
Pesan kecaman terhadap genosida Israel terhadap Palestina yang dibentangkan dalam UEFA Super Cup 2025. Foto: Istimewa

Badan sepak bola Eropa, UEFA, bersiap menggelar pemungutan suara untuk melarang tim-tim sepakbola Israel tampil di kompetisi internasional. Langkah itu diambil akibat genosida yang terus dilakukan Israel kepada Palestina, terutama di Gaza.

Menurut laporan Associated Press yang dikutip dari ESPN, dua sumber tersebut menyebut mayoritas dari 20 anggota komite eksekutif UEFA akan mendukung pemungutan suara. Hasilnya, mengarah pada penangguhan tim Israel dari ajang internasional.

Langkah ini akan berdampak pada tim nasional dan klub Israel yang otomatis tidak dapat berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, termasuk kualifikasi Piala Dunia tahun depan. Timnas putra Israel dijadwalkan melanjutkan kualifikasi Piala Dunia dua pekan mendatang dengan menghadapi Norwegia dan Italia di laga tandang.

Hingga kini, belum jelas apakah badan sepak bola dunia, FIFA, akan mengikuti langkah UEFA. Situasi ini dinilai sensitif karena hubungan dekat Presiden FIFA, Gianni Infantino dengan mantan Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya membantu diplomasi dan dukungan pagelaran Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko.

“Kami pasti akan berupaya sepenuhnya untuk menghentikan segala upaya yang melarang tim nasional sepak bola Israel dari Piala Dunia,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marco Rubio, Jumat (26/09/2025).

Rencana UEFA itu sendiri muncul di tengah meningkatnya seruan untuk mengeluarkan Israel dari ajang olahraga internasional. Menyusul kritik global terhadap dampak kemanusiaan dari tindakan Israel yang terus melakukan genmosida kepada Palestina.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, pekan lalu malah sudah menyebut Israel seharusnya dilarang dari ajang-ajang olahraga internasional. Ini serupa dengan sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia setelah invasi ke Ukraina pada 2022 lalu.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, sudah memberi sinyal sikap keras ke Israel. Pada pertandingan Piala Super Eropa di Udine bulan lalu, sejumlah spanduk bertuliskan ‘Stop Killing Children’ dan Stop Killing Civilians’ terbentang di lapangan.

UEFA sendiri hadapi dilema. Meski belum ada tim Eropa yang menolak bermain lawan Israel, federasi sepak bola Norwegia dan Italia telah menyatakan sikap. Bahkan, Norwegia berjanji menyumbangkan penjualan tiket laga kontra Israel pada 11 Oktober di Oslo untuk bantuan kemanusiaan di Gaza melalui LSM Doctors Without Borders. (Antara/WS05)