Sebanyak 157 negara di antara 193 anggota PBB mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Intelektual, Hamid Basyaib menilai, yang paling mengejutkan dukungan juga datang dari negara-negara yang sepanjang sejarah jadi sekutu tradisional Israel.
“Mencapai titik didih dan titik ambang toleransi yang jauh terlampaui, terutama oleh negara-negara Barat, negara-negara yang merupakan sekutu tradisional Israel yang selama ini sangat sering, jika bukan selalu, membantu atau mendukung Israel dalam penghadapan dengan bangsa Palestina,” kata Hamid kepada terusterang.id dan ditayangkan di program Perspektif di kanal YouTube Terus Terang Media, Kamis (25/09/2025).
Istimewa, itu semua disuarakan dalam Sidang Umum PBB yang berlangsung di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat (AS). Termasuk, dukungan dari negara-negara besar seperti Britania Raya atau Perancis yang malah mengorkestrasi dukungan itu.
“Sebagian besar atau pemain-pemain penting utama yang mengakui itu adalah sekutu tradisionalnya Israel, yaitu negara-negara Eropa yang maju, major power di dunia, yaitu Britania Raya, Perancis,” ujar Hamid.
Kemudian, ada Kanada yang sampai tahun lalu masih ragu-ragu, kini mendukung penuh Palestina. Ada pula negara-negara Katolik seperti Portugalm bahkan Vatikan yang miliki wibawa keagamaan begitu besar karena memimpin katolik di seluruh dunia.
Lalu, hampir semua negara-negara di Amerika latin, kecuali Meksiko, seperti Brasil, Argentina, Peru, Uruguay, dan lain-lain. Kesimpulannya, kata Hamid, dari lima benua selalu ada mayoritas negara-negara yang memberikan dukungannya kepada Palestina.
Di Asia, lanjut Hamid, tersisa negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, atau Myanmar yang masih ragu-ragu dan biasanya karena takut ke AS. AS, menjadi satu dari 36 negara-negara yang belum mendukung dan dirasa sangat sulit mendukung Palestina.
Pasalnya, Hamid berpendapat, lobi Israel di AS yang sangat besar dari American Israel Public Affairs Committee (AIPAC). Seperti Italia, Jerman juga dirasa sulit mendukung Palestina karena dikukung rasa bersalah atas sejarah Perang Dunia ke-II.
“Jadi, ini secara umum perkembangan yang luar biasa, di balik derita atau nestapa yang tidak terkatakan lagi pada bangsa Palestina dalam dua tahun terakhir, di sisi lain ada kabar yang begitu mengembirakan, yaitu pengakuan mayoritas besar negara-negara dunia yang semula ragu-ragu atau tidak perduli,” kata Hamid.
Hal itu dikarenakan lokasi Timur Tengah yang jauh dari mereka dan dirasa tidak terlalu berpengaruh. Selain itu, posisi mereka yang masih negara kecil dan merasa ini urusan negara-negara besar, sehingga mereka ragu menyuarakan dukungannya.
Tapi, Hamid mengaku kaget, kini negara-negara kecil seperti Monaco, Luksemburg, atau Liechtenstein turut menyuarakan dukungannya untuk Palestina. Artinya, ia menegaskan, mayoritas negara-negara di dunia sudah mengakui Palestina merdeka.
“Bagi saya, ini selain perkembangan yang sangat penting dan menarik, mungkin juga terselip ada satu pesan atau satu apa ya, fenomena, bahwa terutama para pemimpin Barat itu juga sedang melindungi jiwa bangsanya sendiri,” ujar Hamid. (WS05)
