Sering Kentut dan Kembung Bisa Jadi Tanda Bahaya, Ini Penyebab dan Peredanya

(ilustrasi) Cuplikan akting seorang anak sekolah yang sedang menahan sakit perut di sebuah film pendek.
(ilustrasi) Cuplikan akting seorang anak sekolah yang sedang menahan sakit perut di sebuah film pendek.

Buang angin atau kentut merupakan sesuatu yang wajar dan proses alami tubuh mengeluarkan gas dari saluran pencernaan. Kentut terjadi beberapa kali dalam sehari dan tidak menimbulkan masalah. Namun, perlu diperhatikan jika sering kentut disertai perut terasa penuh atau begah.

Bisa jadi itu sinyal tubuh bahwa ada masalah pada sistem pencernaan yang perlu diperhatikan. Untuk rata-rata orang kentut 10-20 kali dalam sehari. Namun, jika frekuensinya melebihi itu dan disertai kembung, sakit perut, atau keluhan lain sudah saatnya memperhatikan kondisi tubuh.

Berikut beberapa penyebab umum yang bisa membuat sering kentut dan kembung:

  1. Kebiasaan menelan udara. Makan terlalu cepat, sering mengunyah permen karet, atau berbicara saat makan bisa menyebabkan udara masuk ke dalam perut, lalu menghasilkan gas.
  2. Jenis makanan tertentu. Kacang-kacangan, brokoli, kol, minuman bersoda, hingga susu bisa menghasilkan gas lebih banyak, terutama bagi mereka yang punya intoleransi laktosa.
  3. Intoleransi makanan. Tidak semua orang bisa mencerna makanan seperti susu atau gluten. Jika Anda merasa perut tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan tertentu, bisa jadi tubuh Anda tidak cocok terhadap kandungan di dalamnya.
  4. Sembelit. Saat buang air besar tidak lancar, sisa makanan akan tinggal lebih lama di usus dan menghasilkan lebih banyak gas.
  5. Masalah pencernaan. Gangguan seperti GERD, sindrom iritasi usus (IBS), atau radang usus bisa menyebabkan gas berlebih dan perut kembung yang menetap.
  6. Pertumbuhan bakteri berlebih (SIBO). Kondisi ini terjadi ketika bakteri tumbuh terlalu banyak di usus halus, sehingga proses pencernaan terganggu dan gas menumpuk.
  7. Efek obat-obatan. Beberapa obat, seperti antibiotik, obat diabetes, hingga multivitamin, bisa mengganggu kerja usus dan menyebabkan gas.
  8. Penyakit serius. Dalam kasus tertentu, perut kembung yang tidak kunjung reda bisa menjadi gejala awal dari kondisi serius seperti kanker usus, infeksi, atau penyakit hati.

Berikut gejala tambahan yang perlu diwaspadai:

-Nyeri perut hebat

-Perubahan pola buang air besar

-Penurunan berat badan drastis

-Nafsu makan menurun

-Darah pada tinja

Berikut cara mengurangi kentut dan kembung:

-Makan perlahan dan kunyah makanan dengan baik

-Batasi makanan penyebab gas

-Perbanyak minum air putih

-Rutin berolahraga ringan, seperti berjalan kaki setelah makan

-Hindari kebiasaan menahan kentut terlalu lama

-Konsumsi probiotik untuk menjaga keseimbangan bakteri usus

Kentut merupakan bagian dari proses alami tubuh. Tapi, jika terjadi terlalu sering dan disertai perut kembung, jangan abaikan. Perhatikan pola makan dan gaya hidup Anda. Bila keluhan berlanjut, sebaiknya segera periksa ke dokter agar bisa diketahui penyebabnya secara pasti. (Antara/WS05)