Penyerangan rumah doa Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Anugerah Padang, menambah catatan buruk kasus intoleransi di Indonesia. Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi meminta para pemeluk agama tidak menempatkan Tuhan sebagai objek sengketa.
“Dalam beragama jangan pernah menempatkan Tuhan sebagai objek sengketa,” papar Islah dalam monolognya yang disiarkan Youtube Channel Terus Terang Media, Rabu malam, (30/7/2025).
Menurut Islah, semua orang berhak mencintai dan meyakini agamanya masing-masing, tapi tidak harus membenci agama lain.
Islah yang juga alumni Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil, Bangkalan ini kembali menegaskan, dengan agama manusia harusnya bisa mencintai manusia lainnya. Tindakan persekusi terhadap keyakinan orang lain adalah dampak dari penterjemahan agama yang salah.
“Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang mempersekusi pemeluk agama lain, di belahan dunia manapun termasuk yang terjadi di India, pemeluk Hindu mempersekusi orang-orang Islam, termasuk persekusi terhadap minoritas Kristen di India bagian Timur, termasuk juga pemeluk agama Buddha yang mempersekusi Rohinya yang beragama Islam, ini semua adalah penterjemahan agama yang salah total,” tambah Islah.
Untuk diketahui aksi penyerangan rumah doa Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Anugerah Padang, terjadi Minggu sore, (27/7/2025). Dalam peristiwa tersebut, sekelompok massa merusak rumah doa, membongkar pagar dan sejumlah orang termasuk anak-anak dan perempuan mengalami kekerasan. (JIR01)
