The Fantastic Four: Langkah Awal Menuju Semesta Baru

Poster Film The Fantastic Four: First Steps

Setiap pahlawan memiliki musuhnya, dan bagi Fantastic Four di Bumi-828, Galactus (diperankan oleh Ralph Ineson) adalah ancaman kosmik yang datang untuk misi rahasia, mengharuskan ia turun langsung ke Bumi tanpa mengandalkan “heralds” -nya.

Sutradara Matt Shakman menghadirkan narasi ini dalam film terbarunya, “The Fantastic Four: First Steps”, membedakannya dari adaptasi sebelumnya, “Fantastic Four: Rise of The Silver Surfer” (2007). Kedatangan Galactus didahului oleh Silver Surfer, kini berwujud perempuan bernama Shalla Bal, yang bertindak sebagai pembawa kabar tentang potensi kehancuran planet.

Film ini memperkenalkan kembali tim Fantastic Four yang terdiri dari Reed Richards/Mr. Fantastic (Pedro Pascal), Susan Storm/The Invisible Woman (Vanessa Kirby), Johnny Storm/Human Torch (Joseph Quinn), dan Ben Grimm/The Thing (Ebon Moss-Bachrach). Berlatar New York era 1960-an yang futuristik, tim ini bermukim di Gedung Baxter, setelah DNA mereka berubah akibat paparan radiasi. Reed Richards memimpin kelompok ini, dengan Susan Storm sebagai kekasih, Johnny Storm sebagai adik ipar, dan Ben Grimm sebagai rekan setia. Kehadiran bayi Susan Storm yang bernama Franklin juga menjadi elemen tak terduga yang memberikan dimensi emosional.

Pada 30 menit awal, film ini membangun reputasi Fantastic Four sebagai pahlawan super, menghadapi ancaman seperti Mole Man/Harvey Rupert Elder (Paul Walter Hauser). Setelah periode pengenalan ini, film menegaskan persepsi bahwa Fantastic Four adalah penjaga Bumi yang terkuat dan paling bijaksana. Dengan tidak adanya pahlawan lain di Bumi-828, seluruh tanggung jawab penyelamatan planet jatuh pada mereka, mendorong mereka ke antariksa untuk bernegosiasi dengan Galactus. Semesta Bumi-828 ini berbeda dari semesta utama Earth-616 dan alternatif Earth-838 yang telah diperkenalkan sebelumnya.

The Fantastic Four: First Steps, secara eksplisit diposisikan sebagai film keluarga, menyoroti ikatan internal tim. Seperti yang dinyatakan Susan Storm, “Keluarga adalah tentang terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri,” yang merangkum pesan inti film ini. Film ini menampilkan perjuangan Fantastic Four sebagai manusia yang menemukan kekuatan dalam persatuan mereka saat menghadapi ketakutan.

Apresiasi positif datang dari penonton gala perdana, termasuk selebriti Cinta Laura, Arya Vasco, dan Medy Rinaldi. Cinta Laura memuji alur cerita yang koheren dan pesan positif, menegaskan bahwa film superhero harus menghibur sekaligus menginspirasi. Arya Vasco mengapresiasi representasi karakter perempuan yang kuat, seperti Invisible Woman dan Silver Surfer. Medy Rinaldi menyoroti interaksi dramatis antara Mr. Fantastic dan Invisible Woman, serta kehadiran bayi Franklin yang menambah kedalaman emosional pada cerita.

The Fantastic Four: First Steps dengan cerdas memilih jalur independen dari jagat sinematik pahlawan super yang sudah ada, memungkinkan kebebasan artistik penuh tanpa beban kontinuitas yang rumit. Film ini membuka jalan bagi fase berikutnya semesta pahlawan super pasca “The Avengers: Endgame”. Meskipun ini adalah “langkah pertama”, takdir Fantastic Four terhubung dengan peristiwa kosmik yang lebih besar.

Para pemeran utama, Pascal, Kirby, Moss-Bachrach, dan Quinn, dipastikan akan kembali dalam film cross-over “Avengers: Doomsday” (2026) dan “Avengers: Secret Wars” (2027). Kehadiran bayi Franklin dalam adegan pascakredit mengungkapkan perannya yang krusial, sebagai tujuan utama Galactus datang ke Bumi. Dalam komik Marvel, Franklin memiliki kekuatan luar biasa, bahkan mampu mengalahkan “celestial” dan menjadikan Galactus sebagai pelayannya.

The Fantastic Four: First Steps, disutradarai oleh Matt Shakman dan ditulis oleh Jeff Kaplan, Ian Springer, Josh Friedman, dan Eric Pearson, telah tayang di bioskop Indonesia sejak 23 Juli 2025. (Antara/Way02)

Temukan kami di Google News.