Anwar Ibrahim dan Prabowo Urai Masalah Perbatasan yang Sempat Tertunda 45 Tahun

Presiden Prabowo Subianto menyambut kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 29 Juli 2025. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim diterima Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Selasa, (29/7/2025). Keduanya membahas berbagai kerja sama bilateral termasuk soal perbatasan wilayah antara Indonesia dan Malaysia.

“Berbagai isu telah diurai dengan tegas, berani, dan bijaksana. Mulai dari penyelesaian batas laut dan darat yang tertunda selama 45 tahun terakhir,” ujar Anwar Ibrahim usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo.

Secara garis besar, tambah Anwar Ibrahim, pertemuannya dengan Presiden Prabowo masih dalam kerangka Konsultasi Tahunan ke-13, di mana Malaysia dan Indonesia telah membuktikan bahwa nilai-nilai dan warisan sejarah, kedekatan budaya, serta kepemimpinan yang kuat dan berprinsip dapat menjadi pilar kerja sama bilateral yang kokoh.

“Hari ini, saya, bersama Presiden Prabowo Subianto, telah menorehkan babak penting lainnya dalam hubungan strategis kedua negara yang berkerabat ini,” jelasnya.

Anwar Ibrahim menegaskan, Malaysia tidak akan memilih jalan yang nyaman dan hanya bersikap reaktif. Menurutnya, Malaysia akan memimpin dengan agenda yang jelas, membangun dengan nilai-nilai, dan bergerak di atas kekuatan prinsip.

“Hubungan Malaysia-Indonesia saat ini akan terukir sebagai kendaraan yang ampuh bagi kebangkitan regional yang tegas dan bermartabat,” kata Anwar. (Antara/JIR01)