Hendropriyono Bongkar Proxy-Proxy Amerika, dari Perang Israel-Iran sampai Indonesia

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pertama Indonesia, A.M Hendropriyono, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (21/06/2025). Foto: Wahyu Suryana
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pertama Indonesia, A.M Hendropriyono, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (21/06/2025). Foto: Wahyu Suryana

Guru Besar Intelijen, A.M Hendropriyono, membongkar rencana-rencana Amerika Serikat (AS) sebagai negara adikuasa memindahkan peta geopolitik dari Eropa ke Asia Tenggara, tepatnya di Laut Cina Selatan. Namun, rencana itu meleset sampai AS harus melancarkan rencana cadangan yaitu menguasai Suriah.

 

Bacaan Lainnya

“Kalau tadi rencana kuning, terus biru, ada plan a-plan b, plan b harus menguasai Suriah, Amerika harus menguasai Suriah, sudah terjadi. Kenapa dia mau menguasai Suriah? Saya sudah kira pasti mau menyerang Iran,” kata Hendro dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (21/06/2025).

 

Hal itu semakin jelas karena Suriah sebenarnya tidak memiliki masalah apa-apa, di sisi lain Dataran Tinggi Golan yang menjadi daerah perebutan sudah dikuasai Israel. Saat itu, Hendro menduga rencana AS tidak akan dilaksanakan secara mudah mengingat masih ada banyak pasukan Rusia yang berdiam di Suriah.

 

Ternyata, lanjut Hendro, intelijen AS yaitu CIA bermain cantik dan menanti sampai pasukan Rusia benar-benar pergi meninggalkan Suriah dan pulang ke Moskow. Setelah mereka pergi, barulah penyerbuan bisa dilakukan dan memanfaatkan pula kelompok-kelompok radikal yang anti pemerintah Bashar al Assad.

 

“Itu permainannya, itulah proxy, tapi selalu sesudah perang Vietnam berakhir Amerika sudah tidak mau maju perang 100 persen, sehingga setengah hati di Afganistan, akhirnya proxy, selalu diadu,” ujar Hendro.

 

Bagi Hendro, masyarakat Indonesia seharusnya sudah tidak asing dengan proxy-proxy yang dimainkan oleh AS karena sejak revolusi selesai kita terus-terusan coba diadu domba. Mulai rencana-rencana yang sempat dijalankan aktor Bill Palmer yang ternyata CIA, sampai peristiwa tertembaknya seorang pilot AS di Ambon.

 

Kala itu, Hendro mengingatkan, terdapat seorang pilot asal AS yang melakukan manuver liar di Jakarta bernama Allen Lawrence Pope, kemudian melakukan pengeboman terhadap tangka minyak di Cilincing. Peristiwa itu berakhir setelah Allen ditembak jatuh di Ambon dan diketahui ternyata dia merupakan CIA.

 

Terkait perang Israel-Iran, Hendro kembali mengungkapkan keterlibatan AS yang memainkan proxy-nya. Selain itu, Hendro mengingatkan, AS melalui CIA sudah berhasil melakukan proxy di Guatemala sampai terjadinya kudeta pemerintahan, serta melahirkan kudeta militer untuk menggulingkan Presiden Haiti.

 

“Kita seharusnya sudah paham, maka setiap kali ada ribut-ribut di Indonesia saya selalu berusaha mencoba menghentikan, tapi orang banyak salah paham, saya cuma berusaha agar jangan, karena ini mau mereka, kalau berhasil mereka masuk, pasti masuk dan itu sudah sejarah kita,” kata mantan kepala BIN tersebut.

 

Terkait perang Israel-Iran, jauh-jauh hari Hendro sudah memprediksi kalau perang ini akan segera berakhir dan tidak akan melebar jadi perang dunia. Menurut Hendro, negara-negara besar sibuk dengan masalah masing-masing seperti Rusia dengan Ukraina, sampai Cina yang mendukung Pakistan untuk melawan India.

 

Hendro menambahkan, siapa saja yang memenangkan peperangan, yang menang akan jadi arang dan yang kalah akan jadi abu. Karenanya, ia mengaku selalu khawatir kalau negara-negara adikuasa seperti AS memainkan permainan di Jakarta, di Indonesia, yang tentu saja dimulai dengan adu domba di internal.

 

“Apalagi kita langganan penggulingan, hanya SBY ke Pak Jokowi mulus, Pak Jokowi ke Pak Prbaowo, yang lain babak belur, dan itu jadi perhatian intelijen, itu catatan, bisa menggulingkan Pak, memang maunya,” ujar Hendro. (*)

Temukan kami di Google News.