Di YouTube Mahfud MD, Basuki Hadimuljono Respons Polemik Aguan-Jokowi Soal IKN

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, buka suara mengomentari wawancara Tempo dengan taipan dan bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma atau Aguan. Dalam laporan itu, Aguan mengungkapkan, investasinya di IKN hanya perintah dan untuk menjaga wajah mantan presiden, Joko Widodo atau Jokowi.

Basuki menilai, investor-investor ketika menginvestasikn uang pasti sudah melakukan perhitungan yang mendalam, termasuk terhadap resikonya. Karenanya, ia berpendapat, jika proyek-proyek itu memiliki kemungkinan rugi tidak mungkin ada nilai yang begitu besar diinvestasikan, apalagi sekadar perintah.

“Saya kira, ini saya pribadi, para investor itu, swasta itu, kalau mau menginvestasikan uangnya pasti sudah dihitung, resikonya, dan dia tidak mungkin kalau kelihatan rugi dia akan investasi, itu ratusan miliar, mungkin triliun, jadi tidak mungkin itu hanya sekadar perintah, menurut saya,” kata Basuki dalam program Ruang Sahabat Mahfud MD yang tayang di kanal YouTube Mahfud MD Official, Jumat (20/12/2024).

Terlebih, mantan menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu mengingatkan, sudah dipastikan kalau Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi ibu kota negara. Karenanya, Basuki meyakini, investasi-investasi yang diberikan kepada IKN akan memberi keuntungan pada masa mendatang.

“Ini, apalagi dengan sudah keberlanjutan sudah diyakinkan betul akan pindah, itu sudah pasti menguntungkan ke depan, sudah pasti,” ujar Ketua Umum PP Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) tersebut.

Pada kesempatan itu, Basuki turut mengungkapkan alasan dirinya kini menggunakan Instagram. Ternyata, ia menyampaikan, itu merupakan salah satu strategi untuk menjaga berita-berita tentang keberlanjutan IKN tetap hangat di publi. Apalagi, Presiden Prabowo sudah pula menegaskan tentang keberlanjutan IKN.

Basuki menyebut, selain akun resmi IKN, dirinya mendapat saran agar turut memberitakan perkembangan pembangunan IKN lewat akun Instagram pribadi. Menurut Basuki, itu baru dilakukan karena pada tahun-tahun sebelumnya Presiden Jokowi masih sering berkunjung, sehingga perhatian ke IKN masih tinggi.

“Jadi, saya harus menjaga betul, berita tentang keberlanjutan IKN ini. Kalau dulu masih ada Pak Presiden Jokowi sering ke sana itu beritanya tetap hangat terus, sekarang saya harus mengusahakan agar berita itu tetap hangat. Karena selain ada akun resminya IKN, saya disarankan untuk membuat itu, mungkin dengan tadi hidayah saya sebagai (media) darling bisa untuk mengangkat juga citranya IKN,” kata Basuki.

Sebelumnya, masyarakat dikagetkan dengan diungkapnya wawancara Majalah Tempo dengan taipan Sugianto Kusuma atau yang lebih dikenal dengan nama Aguan. Dalam wawancara itu, Aguan bercerita banyak tentang Ibu Kota Nusantara (IKN), Proyek Strategi Nasional (PSN) sampai oligarki di Indonesia.

Salah satu yang menghebohkan tidak lain cerita Aguan tentang investasi mereka di IKN. Aguan menyebut, investasi itu dilakukan sekadar menjalankan perintah dan dalam rangka menjaga wajah mantan presiden, Joko Widodo. Setelah wawancara itu terbit, Divisi Legal Agung Sedayu Group menyampaikan keberatan.

Mulai penggunaan kata ‘perintah’, ‘menjaga wajah presiden’ sampai ‘babak-belur’ diprotes dan diminta diganti. Namun, redaksi Tempo memutuskan tidak akan mengubah judul maupun isi artikel karena setelah diperiksa ulang rekaman wawancara mereka dipastikan kalau Aguan memang menyampaikan hal-hal itu.
(*)