Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, dikenal memiliki beberapa julukan seperti Pendekar Hukum, Guru besar Hukum atau Peluru tak Terkendali. Ternyata, salah satu julukan itu, Peluru tak Terkendali, berasal dari Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan Gus Dur.
Hal ini bermula saat Indonesia sedang ramai tentang milisi di Timor Timur pasca jajak pendapat. Kala itu, Duta Besar Amerika untuk Indonesia, Robert Gelbard, menuduh Indonesia atau pemerintah Indonesia memelihara milisi dan mempersenjatai milisi untuk mengacau Timor Timur agar kembali ke Indonesia.
Mahfud yang saat itu merupakan Menteri Pertahanan (Menhan) marah dan meminta Amerika tidak usah ikut-ikut atas konflik yang terjadi. Setelah itu, Mahfud ternyata diperingatkan Gus Dur agar jangan terlalu keras sekalipun benar, bahkan diminta konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri (Menlu), Alwi Shihab.
“Begitu di konferensi pers saya tetap marah-marah, lalu Gus Dur bilang, Pak Mahfud ini peluru tak terkendali, saya sendiri waktu itu, orang kaget, wah kok berani ya sekarang pemerintah Indonesia, berani ke Amerika, sebenarnya saya karena tidak begitu paham geopolitik, sama saja Robert Gelbard itu siapa,” kata Mahfud dalam program Ruang Sahabat di kanal YouTube Mahfud MD Official, Jumat (13/12/2024).
Saat itu, Mahfud mengingatkan, tidak banyak yang mengenalnya dan banyak pula yang kaget Gus Dur menunjukkan sebagia Menhan. Bahkan, kabarnya CIA ketika mencari data tidak menemukan apa-apa karena Mahfud memang tidak pernah berkecimpung dalam bidang militer atau bidang pertahanan.
Ditambah tidak terlalu memahami geopolitik membuat Mahfud tidak begitu menganggap Amerika sebagai negara adidaya. Karenanya, Mahfud cukup santai memarahi dan meminta Amerika tidak ikut-ikut dalam konflik yang sedang terjadi, bahkan menyebut Dubes AS, Robert Gelbard, hanya sembarang bicara.
Anehnya, Mahfud menyampaikan, Gus Dur sebagai Presiden RI saat itu tidak marah melihat anak buahnya marah-marah ke Amerika. Menurut Mahfud, Gus Dur saat itu hanya tertawa dan malah memberikan satu julukan yang kemudian populer di antara menteri-menteri, bahkan di seluruh Indonesia kemudian hari.
“Nah itu Gus Dur, tapi tidak marah, Gus Dur tidak marah, cuma tertawa saja ini peluru tak terkendali, terus di lingkungan kabinet istilah itu populer, Pak Mahfud peluru tak terkendalinya Gus Dur,” ujar Mahfud.
Cerita yang sama datang dari Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan saat itu, Khofifah Indar Parawansa. Salah satu orang kepercayaan Gus Dur ini menuturkan, julukan peluru tak terkendali yang diberikan Gus Dur memang dikarenakan keberanian luar biasa yang dimiliki seorang Mahfud MD.
“Karena Pak Mahfud memiliki keberanian luar biasa, menyampaikan sesuatu yang seharusnya dilakukan,” kata Khofifah.
Khofifah mengingatkan, keberanian yang muncul dari seorang Mahfud MD pada saat itu memiliki tingkat intensitas yang tinggi karena dilakukan saat dinamika politik tinggi. Menurut Khofifah, keberanian itu sama baik saat menjabat Menteri Pertahanan maupun saat menjabat Menteri Hukum dan Perundang-undangan.
“Bisa sebagai Menhan, bisa sebagai Menteri Hukum, Pak Mahfud sama, itu hal-hal yang memang hari-hari itu banyak sekali pendapat hukum yang dibutuhkan, kemudian bidangnya beliau dan keberanian menyampaikan itu tidak bisa semua orang, mestinya begini ya ngomong begini dong, itu kan tidak semua orang,” ujar Khofifah. (*)
