KH Dimyati Rois Wafat, Mahfud MD : Insya Allah Husnul Khotimah

Dimyati Rois
KH Dimyati Rois.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Menteri koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD menyampaikan rasa dukanya atas kabar wafatnya KH Dimyati Rois.

“Inna lillah wa inna ilaihi raji’un. Saya sedang di KBRI Den Haag saat ada berita KH Dimyati Rois wafat,” kata Mahfud MD, Jumat (10/6).

Bacaan Lainnya

Santri asal Madura itu mengatakan bahwa sosok KH Dimyati Rois adalah sosok yang sederhana, layaknya para ulama dan kiai Nahdlatul Ulama (NU) lainnya.

“Seperti kyai NU pada umumnya, almarhum adalah kyai yang selalu tampil sederhana,” ujarnya.

Testimoni tersebut disampaikan, karena memang ia merasa kenal dengan pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadhilah Jagalan, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah tersebut.

“Saya kenal baik dan sering berkunjung ke ponpesnya di Kaliwungu,” terangnya.

Mahfud pun berdoa agar almarhum yang merupakan Mustasyar PBNU tersebut meninggal dalam kondisi sangat baik.

“Insyaallah husnul khotimah. Amiin,” ucapnya.

Sekilas tentang KH Dimyati Rois

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dimyati Rois meninggal dunia di Rumah Sakit Telogorejo, Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (10/6) dini hari tadi.

Kiai kharismatik NU ini merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadhilah Jagalan, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Abah Dim, sapaan akrabnya, lahir di Bulakamba, Brebes, 5 Juni 1945. Ia sempat menempuh pendidikan di banyak pesantren. Beberapa di antaranya Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur hingga di Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Dimyati tercatat sempat terpilih sebagai salah satu dari sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam gelaran dua Muktamar NU tahun 2021 dan 2015.

Pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung akhir 2021, Dimyati terpilih sebagai anggota AHWA. Ia mendapatkan suara terbanyak pada saat itu, yakni 503 suara. Bersama delapan kiai lainnya, Ia memilih Miftachul Akhyar untuk mengisi posisi Rais Aam PBNU.

Salah satu anggota AHWA saat itu, Zainal Abidin menceritakan ketawaduan seorang Dimyati Rois. Ketika diminta pandangan lebih dahulu, Dimyati tidak berkenan. Pasalnya, Ia sungkan dengan adanya Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yang juga terpilih sebagai anggota AHWA.

Pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur Tahun 2015, Dimyati juga terpilih sebagai salah satu dari sembilan anggota AHWA.

Tak hanya dikenal sebagai kiai senior di NU, Dimyati Rois juga tercatat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB. Dimyati merupakan ayah dari anggota Fraksi PKB DPR RI Alamudin Dimyati Rois.

Temukan kami di Google News.