PSI Minta Penyelundup WNI dari India Dihukum Berat

Isyana Bagoes Oka
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Isyana Bagoes Oka.

Perlu diketahui, bahwa telah terkuak tindak kejahatan para mafia di balik kedatangan luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta.

Polisi telah mencium adanya aksi menyelundupkan penumpang kedatangan luar negeri untuk masuk Indonesia tanpa karantina asalkan mereka mau membayar Rp 6,5 juta.

Bacaan Lainnya

Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial JD diduga menyerahkan sejumlah uang ke oknum petugas Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, supaya lolos dari aturan karantina Covid-19. Padahal, JD baru tiba di Indonesia setelah kembali dari India.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus mengatakan, JD membayar uang sebesar Rp 6,5 juta kepada S dan RW yang mengaku sebagai petugas Bandara Soetta.

“Dia membayar Rp 6,5 juta kepada saudara S. Modus ini yang sementara kita lakukan penyelidikan,” kata Yusri dalam video yang Kompas.com terima, Senin (26/4) malam.

S dan RW, dijelaskan Yusri, berhubungan sebagai ayah dan anak.

“Kalau pengakuan dia (S dan RW) kepada JD, dia adalah pegawai bandara. Ngakunya doang. Dia sama anaknya. S itu sama RW itu anaknya. RW itu anaknya S,” tambah Yusri.

Keduanya leluasa keluar masuk bandara. Mereka lah yang berperan dalam membantu JD lolos dari prosedur karantina Covid-19 selama 14 hari.

JD, menurut Yusri, baru tiba dari India pada Minggu (25/4/2021) sekitar pukul 18.45 WIB. Dia, beserta S dan RW, langsung diamankan pihak kepolisian. Ketiganya masih diperiksa.

“Nanti kalau sudah selesai akan kita sampaikan bagaimana kronologis pengungkapan kasusnya,” pungkas Yusri. [RED]

Temukan kami di Google News.