Refleksi 2020 dan Harapan PBNU di 2021

PBNU
Logo PBNU.

Penanggulangan Covid-19

Yang tak kalah menarik di tahun 2020 adalah munculnya wabah dan pandemi COVID-19, akibat sebuah varian virus korona yang berasal dari Kota Wuhan, China di akhir tahun 2019 atau di awal tahun 2020 lalu. Efek domino yang dirasakan bukan hanya di Indonesia saja, bahkan seluruh negara di dunia juga merasakan dampaknya. Baik di sektor kesehatan, ekonomi, sosial dan sebagainya.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan catatan PBNU sendiri, sepanjang tahun 2020 ini pihak berwenang di Indonesia masih memiliki sisi kelemahan di sektor koordinasi antar pemerintahan, baik antara pemerintah pusat maupun dengan pemerintah daerah dalam melakukan upaya bersama penanggulangan wabah tersebut.

“Sejumlah keputusan terlihat tumpang tindih. Bahkan dalam beberapa kasus, terlihat masih ada unsur politik yang melatarbelakangi kebijakan antar-elemen pemerintah,” ujar kiai Said Aqil.

Padahal menurutnya, di situasi bencana non-alam yang mengganggu seluruh lini kehidupan masyarakat di seluruh lapisan ini yang paling utama adalah bagaimana menyelamatkan nyawa manusia.

Di tambah lagi, hingga sampai hari ini pun kurva kasus penularan COVID-19 juga masih menunjukkan tren naik. Maka dari itu, Kiai Said Aqil Siradj mewakili seluruh pengurus di PBNU menyerukan kepada masyarakat untuk tetap disiplin dan patuh terjadap protokol kesehatan.

“PBNU mengajak semua komponen masyarakat untuk lebih meningkatkan kedisiplinan sebagai upaya bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19,” tuturnya.

Pun demikian, kiai Said Aqil menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah pusat yang berupaya melakukan vaksinasi secara gratis kepada masyarakat secara luas.

“PBNU memberikan penghargaan yang tinggi sekaligus mendukung pemerintah dalam upaya melakukan vaksinasi secara gratis kepada masyarakat Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki komitmen yang tinggi dalam menjaga keamanana dan keselamatan nyawa warganya,” tandas kiai Said Aqil Siradj.

Oleh karena itu semua, kiai Said Aqil pun menyampaikan harapan besar PBNU untuk tahun 2021 mendatang, yakni perbaikan dan penguatan program-program pemerintah yang bersifat strategis untuk kemaslahatan bangsa dan negara secara meluas.

“PBNU berharap, tahun 2021 dan tahun-tahun selanjutnya, pemerintah melaksanakan program-program yang telah dirancang dengan sangat baik secara konsisten, terutama dalam rangka memangkas ketimpangan,” tutur kiai Said Aqil.

Dan ia juga meminta agar pemerintah tidak hanya sampai pada menghadirkan investor ke Indonesia tanpa memperhatikan betul kondisi sosial masyarakat yang ada secara rill.

“Investasi yang digalakkan tidak boleh memperlebar jurang ketimpangan,” ucapnya.

Terakhir, kiai Said Aqil juga berpesan kepada pemerintah Indonesia, agar mementingkan pula moderasi di sektor ekonomi. Karena menurutnya, ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia ke depannya.

“Bukan hanya moderasi dalam beragama saja, moderasi dalam ekonomi juga sangat penting,” tutupnya.

[NOE]

Temukan kami di Google News.