Jakarta, Inisiatifnews.com – Sejumlah massa aksi dari Pergerakan Keadilan Masyarakat Papua (P-KMP) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta.
Dalam aksinya, mereka mendesak kepada pemerintah agar negara mengakui hak kepemilikan tanah ulayat atau tanah adat milik keluarga suku Ireeuw seluas 2.700 meter.
“Tanah masyarakat hukum adat di Papua mutlak milik rumpun melanesia atau orang Papua asli. Negara wajib mengakui, menghormati dan melindungi hak masyarakat hukum adat dan keberagaman budaya bangsa atas sumber daya alam,” koordinator aksi, Rizal Muin Ireeuw, Jumat (14/8/2020).
Apalagi di dalam Pasal 18 B ayat (2) UUD 1945 yang dikutip Rizal, bahwa negara harus mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diatur dalam Undang-undang.
Kemudian, Rizal juga meminta kepada Presiden Joko Widodo agar memberikan tekanan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati agar mengeluarkan surat kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, bahwa tanah tersebut adalah murni milik keluarga adat suku Ireeuw.
“Mendesak Menteri Keuangan RI Segera menyurati dan mempertegas kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, bahwa tanah hak milik Suku Ireeuw merupakan hak adat yang telah diserahkan kepada anak adat Rizal Muin, yang terletak di Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura,” tegasnya.
Menindaklanjuti setelahnya, Rizal juga meminta agar Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN untuk memerintahkan pejabat kantor BPN Kota Jayapura untuk memberikan legal standing kepadanya atas kepemilikan dan penguasaan lahan tersebut.
“Menteri ATR/BPN segera perintahkan Kanwil ATR/BPN Provinsi Papua untuk menerbitkan sertifikat tanah hak milik atas nama Rizal Muin. Karena secara sah dan yuridis, administrasi, teknis dan penguasaan fisik 20 tahun,” tuntutnya.
Aksi tersebut dilakukan dengan tertib. Dan berdasarkan pantauan di lokasi aksi, massa tampak membawa keranda mayat bertuliskan “Berantas Mafia Tanah Kerah Putih”. [RED]
