Mendagri Nilai Pilkada 2020 Jadi Trigger Daerah Taat Protokol Kesehatan

Mendagri Tito Karnavian saat kunjungan kerja bersama Menko Polhukam Mahfud MD ke Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Kamis (4/6).

Inisiatifnews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahwa Pilkada 2020 yang akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 9 Desember 2020 nanti bisa dijadikan momentum penting untuk mendorong mesin pemerintahan daerah bergerak serius dalam menangani pandemi Covid-19 di wilayah mereka masing-masing.

Tito mengungkapkan Pilkada serentak tahun ini merupakan persoalan merebut atau mempertahankan kekuasaan. Ia menuturkan terdapat 203 daerah potensial di mana petahana maju kembali.

Bacaan Lainnya

“Pilkada menjadi momentum kepala daerah all out dalam menangani Covid-19. Ini adalah masalah power struggle; masalah perjuangan untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan. Itu bukan sesuatu yang buruk dalam politik. Hidup mati,” kata Tito dalam agenda webinar Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19, Minggu (9/8/2020) malam.

Tito mengatakan dalam Pilkada 2020 ini para calon kepala daerah nantinya akan diminta penjelasan mengenai strategi dalam menangani Covid-19 berikut antisipasi terhadap dampak sosial-ekonominya. Para petahana yang berada pada zona merah, ucap dia, kemungkinan besar akan kesulitan menang.

“Caranya tema pilkada ini kita harus jadikan satu dengan permasalahan Covid-19. Yaitu peran kepala daerah dalam penanganan Covid-19 dan dampak sosial-ekonomi di daerah masing-masing. Saya sudah sepakat dengan KPU,” imbuhnya.

Mantan Kapolri ini menambahkan Pilkada di tengah pandemi akan menghasilkan pemimpin yang kuat.

“Karena pemimpin yang kuat bukan pemimpin yang lahir di masa damai, masa aman. Lahir di masa krisis, dialah seorang pemimpin yang kuat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tito mengungkap alasan pemerintah berkukuh menggelar Pilkada serentak 2020 meski pandemi Covid-19 di Indonesia belum melandai.

Ia mengatakan tak ada yang bisa menjamin kapan pandemi berakhir. Selain itu, pemerintah juga berkaca dari beberapa negara maju yang tetap bisa menggelar pemilu saat pandemi Covid-19.

Temukan kami di Google News.