Anggap Survei Capres Hiburan, Mahfud MD Pilih Fokus Kerjain Tugas Presiden

mahfud md
Menko Polhukam, Mahfud MD.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof. Mohammad Mahfud MD enggan berkomentar dan tak tertarik menanggapi hasil survei capres 2024.

Seperti diketahui, lembaga Indo Barometer menempatkan Mahfud MD menjadai salah satu dari tiga menteri yang memiliki elektabilitas tertinggi menjasi capres pada Pilpres 2024 mendatang.

Bacaan Lainnya

Mahfud menyebut, dia saat ini ia mau fokus mengerjakan tugas-tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kalau Anda bilang Saya masuk ke ranking sekian, Saya juga tidak tertarik untuk membahasnya. Yang penting tugas Saya, mengerjakan tugas yang diberikan oleh Presiden Jokowi,” ujar Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (25/02/2020).

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menandaskan, masih banyak tugas seperti penegakan hukum, perlindungan dan penuntasan kasus HAM, pemberantasa korupsi, dan deradikalisasi.

Tugas-tugas ini lebih menjadi prioritas ketimbang memikirkan dan memperbincangkan hasil survei. 

“Saya tidak tahu dan tidak mau tahu juga sebenarnya Saya ini masuk ranking berapa. Masuk atau tidak bukan prioritas yang Saya pikirkan,” tambahnya.

Untuk diketahui, hasil lembaga Survei Indo Barometer menyebut, ada tiga menteri di Kabinet Indonesia Maju yang memiliki elektabilitas tertinggi sebagai capres pada Pilpres 2024. Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyatakan, ketiga pembantu Jokowi ini adalah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Menko Polhukam Mahfud MD, dan Menteri BUMN Erick Thohir. Prabowo Subianto unggul dengan angka 43,1 persen disusul Mohammad Mahfud MD 6,9 persen, dan Erick Thohir 5,8 persen.

Posisi keempat diduduki oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebesar 2,7 persen. Disusul di urutan kelima Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dengan angka 1,8 persen, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 1,7 persen di posisi keenam.

Survei nasional ini digelar pada 9 hingga 15 Januari 2020 di 34 provinsi. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling terhadap 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen, serta tingkat kepercayaan 95 persen. Teknuk pengumpulan data, wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner.

Sehari sebelumnya, Mahfud pun menyebut hasil survei ini sebagai hiburan semata. 

Mahfud pun menilai, survei pemilihan presiden masih terlalu prematur untuk dilakukan saat ini. 

“Soal survei, menjadi hiburan kadang kala, tapi Saya tidak ingin mendalaminya dan menganalisis. Kadang kala jadi hiburan, tapi ya gak apa-apa,” kata Mahfud di kantornya, Jakarta, Senin (24/02). [FMM]

Temukan kami di Google News.