Inisiatifnews.com – Wakil Presiden RI KH Maruf Amin menyebutkan bahwa sepanjang sejarah di dunia, solusi militer tidak sepenuhnya mampu mengatasi konflik. Bahkan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) itu juga berpandangan sebaliknya, yakni pendekatan militeristik justru rentan menimbulkan rasa dendam yang memicu konflik lanjutan.
Hal ini seperti yang disampaikan Kiai Maruf di dalam pidatonya saat menjadi pembicara kunci dalam Forum Eurasia Centrist Democrat International (CDI) di Yogyakarta.
“Solusi militer dalam banyak kasus justru telah menyisakan rasa dendam yang pada gilirannya memicu konflik-konflik lanjutan,” kata Maruf, Jumat (24/1/2020).
Ia mengaku prihatin bahwa di berbagai belahan dunia masih muncul konflik-konflik bersenjata yang tidak saja menelan korban nyawa yang sangat menyengsarakan jutaan umat manusia, khususnya perempuan dan anak-anak, tetapi juga menghancurkan peradaban.
Disampaikan Kiai Maruf juga, bahwa akibat terus berlanjutnya konflik, tindakan-tindakan radikal dan kekerasan pada gilirannya juga berpotensi muncul karena hilangnya harapan masa depan di kalangan masyarakat, khususnya kalangan muda.
Padahal, kata Wapres, sepanjang sejarah peradaban manusia, berbagai kesepakatan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, untuk hidup berdampingan secara damai, saling menolong, dan membantu telah banyak dibuat dan disahkan, baik pada tataran komunitas, nasional, maupun internasional.
Peradaban manusia saat ini, kata dia, menghadapi tantangan yang sangat serius karena pemahaman, sikap, dan tindakan yang tidak menghormati, bahkan mengingkari kesepakatan itu.
“Oleh karena itu, tugas bagi kita semua yang cinta damai, cinta demokrasi, cinta kemajuan bersama, untuk memajukan kembali dialog serta membangun dan menjaga kesepakatan,” kata Wapres. [REL]
