Inisiatifnews – Koordinator Majelis Nasional Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Herman Khaeron menyatakan bahwa pihaknya mengutuk keras kasus persekusi dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap umat Islam etnis Uighur di Xinjuang, China.
“Kami mengutuk keras persekusi dan kebiadaban rezim komunis China terhadap etnis minoritas Muslim Uighur di provinsi Xinjiang,” kata Herman dalam siaran persnya, Sabtu (21/12/2019).
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya mendukung langkah beberapa negara dunia untuk melakukan pengecaman terhadap otoritas pemerintah China.
“Mendukung pernyataan sikap 22 negara terutama Uni Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Australia dan Selandia Baru yang mengecam perlakuan otoritas China terhadap warga Uighur di Xinjiang,” ujarnya.
Herman juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengecam keras 37 negara, termasuk Arab Saudi, Aljazair dan Rusia yang disebutnya telah membela kebiadaban otoritas komunis China atas warga Uighur di Xinjiang tanpa adanya klarifikasi terhadap pemberantasan terorisme dan penentangan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan otoritas China etnis minoritas Uighur.
Selain itu, Herman menegaskan bahwa pihaknya menuding jika pemerintah Indonesia tidak respect dengan kasus muslim Uighur di China itu.
“Menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo yang tidak pro-aktif dalam merespon permasalahan Uighur. KAHMI sangat menyesalkan sikap pemerintah Indonesia yang tidak tangkas dalam merespon persekusi yang dialami warga Uighur di Xingjiang,” tegasnya.
Dan Herman juga mendesak kepada pemerintah Indonesia khususnya kepada Presiden Joko Widodo untuk memberikan atensi kepada Dewan HAM dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk pro-aktif dalam menyikapi kasus muslim etnis Uighur di Xinjiang.
“Meminta pemerintah Indonesia dan dunia internasional agar mendesak Dewan HAM dan Dewan Keamanan PBB mengambil langkah-langkah prevensi dan proteksi terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan otoritas China terhadap minoritas Uighur di Xinjiang,” tandasnya.
Terakhir, Herman pun memberikan instruksi kepada seluruh kader KAHMI di seluruh Indonesia untuk menggalang kegiatan solidaritas untuk muslim Uighur di Xinjiang, China.
“Menginstruksikan kepada suluruh Aparat KAHMI di semua jenjang kepemimpinan (Majelis Wilayah KAHMI dan Majelis Daerah KAHMI) menggalang gerakan simpatik dan doa bersama sebagai bentuk empati dan simpati pada kaum muslimin di Uighur,” tegas Herman. []
