Ziarah Ke Tebuireng, Menko Mahfud: Gus Dur Sahabat Sekaligus Mentor Politik

Inisiatifnews – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengisi akhir pekannya dengan sejumlah kegiatan. Dari mulai ziarah ke makam hingga berkumpul bersama keluarga.

Di tengah kesibukannya ngurusin negara, Mahfud MD menyempatkan diri ziarah ke makam guru sekaligus sahabatnya, KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Bersama rombongan, Mahfud MD datang ke makam masayikh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang terletak di dalam bagian belakang kompleks Ponpes Tebiureng. Nampak pula direktur MMD Initiative Asmai Ishak dan asisten pribadi Mahfud MD, Imam Marsudi.

“Pagi tadi mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng, di Jombang untuk ziarah dan berdoa di makam Presiden RI ke-4, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Dur adalah sahabat sekaligus guru, yang selalu menjadi inspirasi dalam banyak hal. Gus Dur mentor politik Saya. Dari Gus Dur, Saya belajar moral politik dalam pengabdian untuk nusa dan bangsa. Gus Dur meninggalkan seribu kenangan yang bermanfaat bagi Indonesia,” kata Mahfud dalam keterangannya kepada Inisiatifnews, Sabtu (23/11/2019).

Di depan makam Gus Dur yang terletak satu kompleks dengan makam ayahnya KH. Wahid Hasyim serta kakeknya, pendiri Nahdlatul Ulama Hadratusyaikh KH. Hasyim Asya’ari, Mahfud MD begitu khusyuk memanjatkan doa untuk para ulama di depannya itu.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga sempat bersilaturrahmi dengan pengasuh Ponpes Tebuireng KH. Abdul Hakim (Gus Kikin) dan KH. Hasyim Karim (Gus Aying), bersama Bupati Jombang Ibu Munjidah Wahab, serta dzurriyah atau keluarga keturunan KH. Hasyim Asy’ari.

“Hari ini, akhir pekan yang menyegarkan. Di makam Gus Dur di Ponpes Tebuireng Jombang, di sana saya bertahlil didampingi Gus Kikin, Gus Aying, dan pengasuh-pengasuh ponpes yang lain,” sebut Mahfud yang juga mengicaukan kegiatan akhr pekannya di akun Twitter resminya, @mohmahfudmd.

Usai dari Tebuireng, Mahfud kulineran. Dia makan siang masakan Madura “nasi jagung” di Bangkalan, Madura. Malamnya, sekitar pukul 19.00, Menhan era Presiden Gus Dur ini berkumpul bersama keluarga di Malang, melepas anak da mantunya melanjutkan studi ke Belanda.

“Anak saya Ikhwan Zein dan isterinya Ukhti Jameel malam ini mengajak kumpul keluarga untuk silaturrahim dan pamitan karena akan melanjutkan studi S.3 di Nederland. Tempat silaturrahim di Batu Malang. Acaranya sederhana, lesehan didahului mengaji Surat Yasin. Selamat belajar, Wawan dan Ukhti,” tulis Mahfud.

Sebelumnya, Mahfud juga menyempatkan diri menjadi saksi nikah di Surabaya. “Teman sekolah Saya sejak SMTP (1971) yang kemudian menjadi sahabat ‘satu kamar kost’ sampai Perguruan Tinggi di Yogyakarta hari ini mengawinkan puterinya Raissa, di Masjid Al-Akbar Surabaya. 49 tahun yang lalu kami masih sama-sama pakai celana pendek pergi ke sekolah setiap hari. Indah dalam kenangan.” (FMM)