Pengamat Intelijen Nilai Ada Giat LSM Asing Manfaatkan Papua untuk Keruk Duit

stanislaus
Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Indikasi keterlibatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing maupun pihak asing yang menjadikan masalah papua sebagai ‘lahan keruk uang’ bukan lagi hal baru.

Hal ini pun diamini oleh Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta. Ia mengatakan kasus ini menjadi bukti dari kelemahan Indonesia dalam menangkal (kontra) propaganda yang dimainkan pihak asing.

Bacaan Lainnya

“LSM-LSM tersebut dukung kemerdekaan Papua. Dan kita tidak lakukan kontra atas propaganda itu. Ini bukti bahwa fungsi intelijen dan kontra narasi kita masih lemah,” kata dia di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Ia pun menilai soal pemblokiran jaringan internet dan komunikasi saat kerusuhan di Papua kemarin adalah kekeliruan. Untuk melawan kontra propaganda, kata Stanislaus, pemerintah tak bisa lakukan sendirian, tapi perlu bantuan media massa dan masyarakat juga.

“Panggil saja media massa ke Papua, buka akses dan tunjukkan, biar masyarakat tahu apa yang terjadi sebenaranya. Ini upaya untuk menangkal beredarnya informasi dari pihak media asing dan LSM asing yang beredar,” ujar Stanislaus.

Ia juga menilai kasus Papua tak semata-semata berkaitan dengan kasus rasisme saja.Justru banyak faktor yang melatarbelakanginya. Begitupun, tawaran solusi harus beragam.

“Perlu pendekatan keamanan (lawan propaganda), pendekatan budaya (dialog dengan tokoh masyarakat setempat) hingga pendekatan humanisme (ciptakan trust kepada masyarakat di sana). Ini harus dilakukan paralel. Perlu kerja keras,” kata dia. []

Temukan kami di Google News.