Inisiatifnews – Sekitar seribuan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menandatangani petisi menolak calon pimpinan (Capim) KPK bermasalah. Petisi pegawai KPK ini disusu untuk menunjukkan keresahan para pegawai.
Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo menyampaikan, melaui petisi ini pegawai KPK merasa saat ini KPK dalam kondisi darurat dengan sejumlan Capim yang bermasalah. Diingatkannya, pimpinan yang memiliki rekam jejak buruk akan membawa KPK dan masa depan pemberantasan korupsi menuju jurang kehancuran.
“Pemberantasan yang telah dirintis oleh pegawai KPK dan rakyat Indonesia selama lebih dari 17 tahun kini menuju kehancuran,” ungkap Yudi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Setia Budi, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2019).
Melalui petisi ini, 1000 lebih pagawai KPK mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencoret dan tidak meloloskan capim KPK yang bermasalah dan punya rekam jejak buruk.
Ribuan pegawai KPK menolak capim yang diduga melakukan beberapa pelanggaran etik selama bekerja di KPK, yang pernah menghambat penanganan kasus di KPK baik melalui teror atau hal lainnya dan, capim KPK yang ogah melaporkan LHKPN dan memiliki rekam jejak perbuatan tercela lainnya.
“Kami mendesak Presiden Jokowi mau membaca petisi yang sudah bergulir sejak Kamis lalu. Sudah ditandatangani oleh sekitar 1.000 dari 1.500 pegawai di KPK,” terangnya. (FMQ)
