Minta Pilih Capim KPK Berintegritas, Guru Besar Kirim Surat Ke Jokowi

Ilustrasi

Inisiatifnews – Puluhan Guru besar dari berbagai universitas ternama berencana mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka meminta Presiden memilih 10 Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berintegritas.
 
Seperti diketahui bersama, Capim KPK tengah diterpa isu yang tidak sedap. Banyak pihak menilai, sejumlah capim bermasalah.
 
Dekan Fakultas Hukum UGM Sigit Riyanto menyatakan surat untuk Presiden dihimpun dari berbagai opini para aktivis anti-korupsi dan guru besar lintas universitas.

“Surat dihimpun dari berbagai pendapat aktivis anti-korupsi lintas universitas,” kata Sigit kepada wartawan, Senin (2/9/2019).
 
Dalam surat ini, 20 guru besar meminta Jokowi mengutamakan integritas dan kredibilitas Capim KPK yang akan diproses di DPR. Rekam jejak para Capim KPK juga wajib diperhatikan.
 
Ke 20 guru besar tersebut yakni Prof Komaruddin Hidayat (Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah), Prof Sigit Riyanto (Guru Besar Universitas Gajah Mada), Prof Purwo Santoso (Guru Besar Universitas Gajah Mada), Prof Syamsuddin Haris (Guru Besar LIPI), Prof Mochtar Pabottingi (Guru Besar LIPI), Prof Hibnu Nugroho (Guru Besar Universitas Jenderal Soedirman), Prof Hariadi Kartodihardjo (Guru Besar Institut Pertanian Bogor), Prof Asep Saefuddin (Guru Besar Institut Pertanian Bogor), Prof Bramasto Nugroho (Guru Besar Institut Pertanian Bogor) dan Prof Sonny Priyarsono (Guru Besar Institut Pertanian Bogor.
 
Selanjutnya, Prof Didik Suharjito (Guru Besar Institut Pertanian Bogor), Prof Yusram Massijaya (Guru Besar Institut Pertanian Bogor), Prof Endriatmo Soetarto (Guru Besar Institut Pertanian Bogor), Prof Farida Patittingi (Guru Besar Universitas Hasanuddin), Prof Sulistyowati Irianto (Guru Besar Universitas Indonesia), Prof Antonius Nanang Tyasbudi (Guru Besar Institut Teknologi Bandung), Prof Agustinus Kastanya (Universitas Pattimura), Prof Ningrum Natasya Sirait (Guru Besar Universitas Sumatera Utara), Prof Werry Darta Taifur (Guru Besar Universitas Andalas), dan Prof Zainul Daulay (Guru Besar Universitas Andalas).
 
Berikut draft surat yang akan ditujukan kepada Presiden. “Dengan Hormat, Bapak Presiden Joko Widodo yang terhormat, semoga Bapak dalam keadaan sehat dan terus berkomitmen untuk memberantas korupsi. Seperti yang Bapak ketahui bahwa saat ini telah berlangsung proses seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Agenda ini amat penting karena lima orang yang akan terpilih menjadi Komisioner akan menentukan arah KPK dan pemberantasan korupsi di Indonesia selama empat tahun ke depan. Baca juga: Kritik Terus Hantui Pansel Capim KPK, Jokowi Jadi Penentu Harapan Publik Proses seleksi kali ini sudah hampir memasuki tahap akhir dan nantinya Bapak Presiden akan menerima hasil seleksi yang dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel).
 
Untuk itu izinkan kami menyampaikan beberapa hal kepada Bapak Presiden untuk dijadikan sebuah pertimbangan. Pertama, besar harapan kami agar bapak Presiden melihat integritas dari calon yang akan diberikan oleh Pansel. Prinsip integritas mutlak harus dimiliki oleh lima komisioner KPK terpilih karena mereka yang nantinya akan memimpin sebuah lembaga anti korupsi.
 
Kedua, penting juga bagi Bapak Presiden untuk melihat rekam jejak para calon Komisoner KPK. Kami yakin, Bapak Presiden menginginkan lima Komisioner KPK mendatang merupakan figur yang tidak bermasalah atau mempunyai catatan negatif di masa lalu, baik secara etik maupun hukum. Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas kelembagaan KPK di mata masyarakat dan dunia internasional.
 
Sekian surat ini kami sampaikan. Besar harapan kami Bapak Presiden akan terus memperkuat KPK dengan cara selektif dalam memilah nama-nama calon Komisioner KPK yang disampaikan oleh Pansel. Terima kasih. Hormat Kami, Guru Besar Anti Korupsi. (FMM)