Cyrus Network Harap Jokowi Pilih Menteri Berdasarkan Kompetensi

hasan hasbi batupahat
CEO Cyrus Network, Hasan Hasbi Batupahat.

Inisiatifnews – CEO Cyrus Network, Hasan Hasbi Batupahat menilai bahwa kabinet yang efektif tidak harus diukur dalam kacamata ramping atau tidaknya jajaran kabinet, melainkan tingkat kompetensi yang dimiliki sehingga program-program Presiden dalam dieksekusi dengan baik dan tepat.

“Efektif bukan ketika dia (kabinet -red) ramping,” kata Hasan Hasbi di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Bacaan Lainnya

Baginya, kompetensi seorang calon Menteri Jokowi harus menjadi pertimbangan yang mutlak. Dan tugas partai-partai koalisi saat ini menurut Hasan Hasbi adalah bagaimana memberikan nama sebanyak-banyaknya kepada Presiden tanpa harus memberikan tekanan apapun kepada Presiden agar nama-nama yang disodorkan diakomodir.

“Eksekutif itu harus orang-orang yang kompeten. Silahkan parpol sodorkan nama-nama terbaik ke Presiden dan hanya sampai situ, biarlah Preside yang memilih siapa yang akan jadi pembantu-pembantunya untuk menyelesaikan program-program kerjanya,” jelas Hasbi.

Ia tak sepakat jika ada partai yang memaksakan diri nama-nama kadernya dapat diakomodir dengan total kursi sejumlah tertentu. Baginya, jika memang partai-partai tersebut mau membantu kinerja Jokowi sebagai Presiden terpilih di Pilpres 2019, mereka tidak akan membelenggu Jokowi dengan menekan kebijakan yang sudah menjadi hak prorogatif Presiden.

“Ketika leadnya Presiden maka semua kekuatan politik harus mendukung presiden bukan membelenggu presiden,” tegasnya.

Sejauh pengamatannya sampai saat ini, Hasan Hasbi menilai jika Joko Widodo sudah memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.

“Pak Jokowi sekarang mulai percaya diri, dan semua aspirasi bisa dijawab secara langsung dan terbuka. Penyampaiannya juga banyak percaya diri dan saya nilai pak Jokowi sudah punya wisdom,” ujarnya.

Kemudian Hasbi juga tak mempermasalahkan ketika partai yang sebelumnya menjadi penantang di Pilpres 2019 diajak bergabung dan mendapatkan power sharing di Kabinet Indonesia Kerja yang dipimpin oleh Jokowi-Maruf nanti.

Persoalan check and balances yang digembor-gemborkan publik agar Gerindra dan kawan-kawannya di Koalisi Indonesia Adil Makmur itu bertahan menjadi oposisi, Hasbi berpendapat bahwa check and balances tidak selalu berada di luar ring.

“Selama kepentingan bangsa nomor satu, check and balances pasti akan mengarah pada pembangunan, bukan hanya sedikit-sedikit ganti menteri dan turunkan Presiden,” tandasnya.

Temukan kami di Google News.