PAN Akan Lebih Untung Jika Tetap Jadi Oposisi

ubaidillah badrun
Pengamat politik dari UNJ, Ubedilah Badrun.

Inisiatifnews – Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubadillah Badrun menilai bahwa sebaiknya Partai Amanat Nasional (PAN) tidak berbelok arah menjadi partai koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf.

Menurut hematnya, bahwa keberadaan PAN sebagai barisan oposisi akan lebih menguntungkan jika dilakukan perhitungan secara politis.

“Secara politik akan lebih menguntungkan bagi PAN menjadi oposisi,” kata Ubaidillah di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Namun melihat gelagat politik beberapa elitenya, Ubaidillah menduga ada persoalan tersendiri di dalam tubuh elite partai berlambang bintang kejora itu.

“Yang jadi persoalan adalah mengapa elit PAN berminat masuk dalam kekuasaan, itu menandakan ada masalah di lapisan elit,” ujarnya.

Hanya saja ia tak menyalahkan sebuah paradigma yang mungkin saja dianut oleh elite politik khususnya barisan oposisi akan lebih merasa untung jika berkoalisi dengan partai pemenang pemilu.

“Karena cara terbaik melindungi dari masalah adalah bergabung dalam kekuasaan, itu yang tergambar dalam semua proses politik di republik ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ubaidillah mengatakan bahwa posisi partai politik sebagai oposisi akan sangat mudah menarik citra publik, dimana ketika pemerintah menjalankan roda pemerintahannya tidak sesuai dan menjadi masalah tersendiri pada kondisi bangsa dan negara, maka peran oposisi itulah yang sangat penting.

Baik ketika ada persoalan ekonomi, politik, budaya dan sebagainya, Ubaidillah melihat mereka akan sangat mudah melakukan check and balances sehingga membuat warna politik semakin baik dan berirama. Bahkan cenderung membuat suasana politik di dalam negeri akan semakin bermartabat.

[]

Temukan kami di Google News.