Edhy Prabowo Ingin Sumsel Jadi Pionir Program Ketahanan Pangan

Inisiatifnews – Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo meminta sejumlah program ketahanan pangan yang dicanangkan Pemerintah Pusat dijalankan dengan baik oleh Pemerintah Daerah.

Hal ini diungkapkan Eddy saat Kunjungan Kerja reses masa persidangan V tahun sidang 2018-2019 DPR RI ke Kantor Gubernur Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (29/07/2019). Melalui kunker ini, Edhy berharap bisa memantau langsung progran di sektor pertanian yang telah mereka anggarkan.

Bacaan Lainnya

“Selama satu periode, lima tahun ini, Sumsel paling banyak dikunjuni Komisi IV. Kami ingin terus mengawal, sejauh mana program ketahanan pangan berjalan, apa saja kendalanya,” kata Edhy saat bertemu dengan jajaran Pemprov Sumsel di Ruang Rapat Bina Praja, kompleks Kantor Gubernur Sumsel, awal pekan ini.

Selain Edhy, hadir anggota Komisi IV DPR lain di antaranya, I Made Urip, Mindo Sianipar, Ono Surono, Felicitas Tallulembang, Agustina Wilujeng Pramestuti, Guntur Sasono, Darori Wonodipuro, Zainut Tauhid, Mahfud Sidiq dan sejumlah anggota lainnya.

Hadir pula Sekretaris Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementan Mulyadi Hendiawan, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Ruandha Agung Sugardinan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel Kartika Sandra Desi, Kepala Badan Restorasi Gambut Nasir Fuad, dan jajaran Kepala Dinas Pemprov Sumsel.

Edhy menyinggung khusus salah satu program pusat yang kini tengah dijalankan Sumsel, yakni program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) yang tahun ini mendapat jatah sebanyak 200 ribu hektar.

Ditambah lagi, anggaran pertanian untuk Sumsel, kata Edhy, terus meningkat. Dari sebelumnya yang hanya Rp 88 miliar menjadi Rp1,4 triliun. Ia meminta, program untuk memaksimalkan potensi rawa dijadikan lahan pertanian ini dimanfaatkan dengan baik agar mendongkrak hasil pertanian.

Edhy berharap terobosan pengelolaan Sawah Rawa Sumsel mendapat perhatian khusus dan dapat menjadi pionir bagi daerah lain. “Saya berharap Sumsel terus mengembangkan rawa ini. Lahan yang selama ini tidak tergarap dengan baik harus dioptimalkan. Program Serasi, dari yang hanya satu dua Kabupaten, mesti terus dikembangkan, untuk menanam padi maupun tanaman pangan lain. Kami akan terus awasi terobosan besar ini,” ungkap politisi Partai Gerindra ini.

Program lain yang jadi perhatiannya adalah Kerbau Rawa di Desa Rambutan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Selain itu, pembangunan Pasar Ikan Modern (PIM) di Kota Palembang. Pembangunannya saat ini tertunda. Hingga pertengahan tahun, progres pembangunan pasar khusus ikan tersebut baru 7 persen. Padahal, PIM harusnya sudah selesai dibangun akhir Desember nanti. Harapannya, PIM menumbuhkan lapangan kerja baru bagi masyarakat Sumsel khususnya Palembang.

Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengungkapkan, Sumsel yang memiliki sekitar 739 ribu hektar lahan, dimana 522 ribu hektare atau sekitar 70 persennya merupakan lahan rawa, sangat terbantu dengan program Serasi ini.

“Program Serasi ini mengharapkan terus bantuan, optimalisasi perbaikan infrastruktur dan percepatan perluasan ke seluruh daerah. Kemudian pelaksanaan Kerbau Rawa, Desa Rambutan, Banyuasin untuk tahun 2019, update terakhir sudah 90 persen. Rencananya, awal September semuanya selesai,” paparnya.

Sekretaris Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementan Mulyadi Hendiawan mengungkapkan, program Serasi di Sumsel mencakup sembilan kabupaten, namun memang baru fokus digarap di Banyuasin. Saat ini terus dikebut dan diakuinya, bantuan pembukaan lahan rawa ini disambut antusias oleh petani.

“Ada 200 ribu hektar. Karena anggaran eskavator cukup besar, untuk membangun infrastruktur, membuka lahan dan irigasi, pompa, san gorong-gorong. Ini baru di Banyuasin memang dimulainya. Kabupaten lain akan menyusul,” ujarnya di tempat yang sama.

Di lapangan, pihaknya juga mengaku menemui kendala, yakni perbaikan saluran sekunder di bawah kewenangan Kementerian PUPR. “Kami kan hanya tersier. Saluran sekunder banyak pendangkalan. Akhirnya yang menuju ke tersier kurang teraliri dengan baik,” tambahnya. (INIS)

Temukan kami di Google News.