Pengamat : Pertemuan Prabowo-Mega dan Anies-Paloh Jadi Efek Kejut Bagi PA212 dan FPI

Stanislaus Riyanta
Stanislaus Riyanta

Inisiatifnews – Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta menilai bahwa pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh dengan Anies Rasyid Baswedan di hari yang bersamaan itu memberikan nilai positif bagi bangsa Indonesia dan kondisi sosial politik nasional.

Bahkan Stanislaus menilai ada semacam upaya tersendiri untuk mempersatukan kelompok politik dengan platform nasionalis demi meredam atensi gejolak kekuatan berbasis agama garis keras.

Bacaan Lainnya

“Saya lihat memang ada upaya bersatunya kelompok politik dengan platform nasionalis, hal ini tentu dapat dilihat sebagai upaya untuk mengurangi kekuatan Islam garis keras,” kata Stanislaus kepada Inisiatifnews.com, Rabu (24/7/2019).

Stanislaus juga menilai bahwa pertemuan mereka berempat di waktu yang secara bersamaan itu juga berpotensi memberikan efek kejut bagi kelompok seperti Persaudaraan Alumni 212 (PA212) maupun Front Pembela Islam (FPI).

“Bertemunya Mega-Prabowo dan Surya Paloh-Anies sebagai suatu kejutan politik bagi PA212 dan FPI,” ujarnya.

Bagi Stanislaus Riyanta, kondisi yang terjadi itu juga sangat berpotensi untuk melemahkan kekuatan mereka berdua secara formal. Setelah gagal menunggangi Prabowo Subianto untuk melawan rezim karena pada akhirnya jagoan mereka di Pilpres 2019 berbalik arah, dan begitu juga dengan Anies Baswedan yang disebut-sebut sebagai patron lanjutan untuk tunggangan politik mereka justru makan siang bersama dengan Ketua Umum Partai Politik yang dianggap mereka bagian dari pendukung penista agama itu.

“Secara politik maka PA212 dan FPI akan melemah kekuatan formalnya,” imbuhnya.

Namun demikian, Stanislaus memberikan peringatan kepada semua pihak agar mengantisipasi gejolak lain dari kondisi efek samping karena daya kejut tersebut. Karena betapapun jika sampai salah langkah maka kekuatan kedua elemen itu bisa semakin besar di kemudian hari.

“Dampak negatifnya adalah kelompok PA212 dan FPI akan semakin termarjinalkan dan ini jika tidak hati-hati maka justru bisa menarik simpati massa lebih banyak, perlu strategi yang cermat,” tutur Stanislaus.

Perlu diketahui bahwa Prabowo Subianto ditemani Sekjennya yakni Ahmad Muzani dan Ketua DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo mengunjungi kediaman Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Meskipun tidak diungkapkan melalui verbal apa kesepakatan politik secara khusus keduanya, namun pertemuan Prabowo-Megawati secara hangat itu juga bisa memberikan dampak positif untuk meredam gejolak polarisasi di kalangan masyarakat arus bawah.

Begitu juga dengan Anies Rasyid Baswedan. Gubernur DKI Jakarta hasil Pikada 2017 tersebut juga mendatangi kantor DPP Partai Nasdem di kawasan Gondangdia, Cikini, Jakarta Pusat bertemu langsung dengan Ketua Umum Surya Paloh. Mereka berdua tampak hangat bahkan sampai terlihat asyik makan bersama.

Begitu juga dengan pertemuan Prabowo dan Megawati, tidak secara verbal apa yang menjadi kesepakatan dalam pertemuan Anies dan Paloh itu. Namun lisan Ketua Umum DPP Nasdem tersebut berseloroh soal dukungan partainya di Pilpres 2024 yang siap mengusung Anies jika kondisinya memang dimungkinkan.

[NOE]

Temukan kami di Google News.