Hubungan Dengan Gerindra Tak Harmonis, PA 212 Bakal Bentuk Parpol?

Novel Bamukmin
Juru bicara PA212, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin.

Inisiatifnews – Kepala Bidang Humas Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin menyampaikan bahwa pihaknya merasa perlu ada partai yang bisa menaungi aspirasi mereka.

Namun ia memberikan catatan partai tersebut bukan Partai PA 212 karena organisasinya itu bukan untuk bertransformasi menjadi partai tapi hanya menjadi wadah gerakan sosial semata.

Bacaan Lainnya

“Saya pribadi berpendapat untuk PA 212 jadi partai masih kecil kemungkinannya. Karena PA 212 wadah dakwah dan kemanusian serta menjadi pelayan umat. Untuk ajang pesta politik kami menampung aspirasi politik mereka dan kami salurkan kepada partai yang layak untuk direkomendasikan,” kata Novel kepada wartawan, Senin (22/7/2019).

Namun partai apa yang akan ditunjuk pihaknya menjadi wadah aspirasi umat dalam urusan kontestasi politik, toko Front Pembela Islam (FPI) tersebut belum dapat menjawabnya.

Namun sebelumnya dalam sebuah diskusi bersama eks dan simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Gedung Joeang 1945 beberapa hari yang lalu, Novel mengatakan bahwa sejuah pasca Pilpres 2019, hanya ada 1 partai politik dari barisan oposisi yang belum pernah menyatakan diri untuk berwacana apalagi bergabung dengan koalisi pemenang Pilpres 2019.

“Kita tidak bisa berharap dari partai-partai nasionalis. Harapan kita ada 1 partai. Ada Islam yang kalah itu partai yang kalah yang belum menyatakan mau bergabung (ke Jokowi),” kata Novel, Kamis (18/7).

Hanya saja ia memahami bahwa persoalan presidential thershold (PT) harus diperhatikan dalam kontestasi politik khususnya dalam upaya pengusungan Calon Presiden tersendiri. Maka dari itu menurutnya, harus ada partai politik tambahan untuk memenuhi syarat tersebut agar pihaknya bisa mengusung Calon Presiden sendiri minimal di Pemilu 2024 mendatang.

“Kalau Gerindra mau berkoalisi, maka tahun 2024 hanya ada Capres Gerindra. Artinya 2024 kita harus ada partai baru dan kita harus bisa penuhi presidential threshold. Kalau tidak bisa maka kita untuk 2029. Minimal untuk penuhi syarat agar kita bisa cari Capres sendiri,” tuturnya.

[RED/SA]

Temukan kami di Google News.