Pasang Foto Bersama Ibunya, Sutopo Banjir Doa Netizen

Sutopo Purwo Nugroho
Foto via akun instagram, @sutopopurwo.

Inisiatifnews – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho bikin netizen haru. Lewat postingan di Instagram, Sutopo menceritakan perjuangannya melawan sakit yang dideritanya. Postingan Sutopo banjir doa netizen.

“Sakit kanker yang sudah metastase ke tulang itu sakitnya luar biasa. Nyeri terus menerus dan di banyak sendi. Diberi morfin tidak mempan menahan sakit,” begitu tulis Sutopo lewat akun Instagramnya @sutopopurwo Minggu (09/6/2019).

Bacaan Lainnya

Dalam postingan tersebut, Sutopo juga mengunggah foto ia tengah dipijit oleh Ibunya. Sutopo menceritakan Ibunya tak kenal lelah merawatnya yang tengah sakit parah ini.

Alhamdulillah Ibuku masih sehat. Setiap merawatku. Tanpa kenal kenal lelah memijit sendi-sendi yang sakit. Meski selesai dipijit langsung sakit lagi. Mendoakankanku tanpa kenal lelah agar anaknya sembuh dari penderitaan sakit yang terus mendera anaknya. Doa ibu semoga di ijabah Allah YMK. Mohon doanya semua netizen dan sahabatku semua,” tulis Sutopo menyelipkan permintaan doa kepada netizen.

Sampai tadi malam, postingan Sutopo sudah di-like ribuan netizen. Doa dan harapan kesembuhan untuk Sutopo mengalir deras membanjiri potongan Sutopo.

“Allah mendengar setiap doa yang disampaikan orang tua kita,” tulis warganet berakun @intensuminar serupa dengan dukungan @gitapresi. “Salut untuk Bapak. Semangat ya Pak.”

Warganet dengan akun @ditafaisal_ berharap Tuhan segera mengangkat penyakit Sutopo. “Semoga Allah angkat penyakit Pak Topo,” sebutnya sama dengan @nikensuryo. “Amin. Semoga lekas sembuh ya Pak,” tulisnya diikuti doa dan dukungan warganet lainnnya.

Seperti diketahui Sutopo mengidap kanker paru-paru stasium 4B. Informasi sakitnya dapat dilihat di bio profil akun Twitter @Sutopo_PN. Hingga saat ini, Sutopo masih berjuang melawan kanker tersebut.

Sutopo yang dijuluki sebagai pejuang bencana ini tak pernah mengeluh. Dalam kondisi sakitpun, pria lulusan terbaik dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada pada 1993 dan mengawali kariernya pada 1994 dengan bekerja sebagai peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi selalu semangat menyampaikan  berita dan perkembangan bencana di Indonesia. (FMM)