Mahasiswa Teriak Perdamaian di Bawaslu, Alumni UI Protes

Inisiatifnews – Sejumlah Mahasiswa dan Pemuda yang mengatasnamakan diri “Corong Rakyat” menggelar aksi damai di depan gedung Bawaslu. Aksi tersebut bertujuan untuk mendorong agar pemilu 2019 berjalan dengan damai.

Sayangnya, di tengah aksi mereka mereka mendadak datang ibu-ibu dari membawa sejumlah uang sekitar Rp150.000 ke mobil sound mereka sembari teriak massa kecebong.

Bacaan Lainnya

Mendapati sikap dari Alumni Universitas Indonesia (UI) itu, massa aksi pun mengembalikannya dengan melemparkan balik kepada alumni UI.

“Siapa yang tadi lempar duit ke mobil komando. Ini saya kembalikan, sedih saya melihat kelakuan kalian orang-orang tua,” kata salah satu orator di tengah-tengah aksi, Selasa (7/5/2019).

Merasa uangnya dikembalikan, massa Alumni UI pun merasa tambah panas dan merangsak ingin beradu fisik dengan massa aksi Mahasiswa dan Pemuda itu. Beruntung aparat kepolisian yang disiagakan berhasil menghalau keributan itu.

Di tengah situasi massa yang masih memanas itu, salah satu orator aksi, Abdullah menyampaikan apa yang menjadi maksud dan tujuan dari kedatangan pihaknya ke Bawaslu.

“Kami datang ke sini untuk menjaga agar bangsa Indonesia ini tetap bersatu dan tidak terpecah belah. Dan kami datang ke sini untuk mendukung dan mengawal Bawaslu dan KPU agar berjalan sesuai dengan aturan UU,” tuturnya.

Kemudian, Abdullah juga menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga agar situasi tetap kondusif, yakni sama-sama menunggu hasil rekapitulasi manual secara final dalam rapat pleno KPU. Dari sanalah bisa dilihat siapa yang terpilih oleh rakyat sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.

“Kita sama-sama menunggu hasil pemilu tanggal 22 Mei melalui rapat pleno. Jika masih merasa tidak puas silahkan tempuh jalur MK (Mahkamah Konstitusi -red),” tuturnya.

Selain itu, Abdullah juga meminta kepada seluruh rakyat Indonesia termasuk juga para Alumni UI yang merupakan pendukung Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi itu untuk tidak menyebarkan hoaks. Apalagi katanya, para alumni UI adalah orang-orang berintelektual tinggi yang sudah seharusnya tidak memproduksi, menyebar apalagi termakan berita bohong alias hoaks, fitnah dan ujaran kebencian.

Massa aksi dari Alumni Universitas Indonesia (UI) membawa kantog sag bertuliskan “Mampang 56,95% 02 Menang”. [foto : Inisiatifnews]

“Jangan sebar hoaks, fitnah dan ujaran kebencian. Kita sebarkan kebaikan kepada masyarakat dan sebar perdamaian,” paparnya.

Sayangnya, seruan demi seruan yang disampaikan Mahasiswa dan Pemuda itu malah diledek oleh alumni UI dengan menyatakan bahwa massa adalah massa lawan mereka itu adalah pasukan bayaran.

Whooi… Kalian sudahlah, kalian massa bayaran, beda kualitasnya dengan kami,” teriak massa alumni UI.

Alumni UI saat protes dan mengajak duel dengan Mahasiswa.

Mendapati ejekan dari alumni UI itu, Abdullah pun berseloroh bahwa kualitas mereka memang sangat berbeda.

“Benar, kualitas kalian dengan kami beda. Kalau kami kualitasnya menjaga Indonesia ini bagaimana agar damai, sementara kalian kualitasnya untuk Prabowo Sandi,” timpal Abdullah. [SOS]

Temukan kami di Google News.