Inisiatifnews – Calon wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno meminta kepada seluruh relawan dan pendukungnya untuk membawa data real kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN) ketika meneriakkan kecurangan yang disebut sebagai kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (STM) itu.
Apalagi kata Sandi, saat ini pihaknya masih bekerja keras untuk mengumpulkan seluruh bukti yang ada baik untuk mengklaim kemenangan maupun untuk persiapan melakukan gugatan.
“Sekarang bagaimana menentukan bahwa ini terstruktur, ini masif, dan ini juga sistematis? Bagaimana kita semua melaporkan. Jangan kita datang hanya katanya-katanya. Bawa bukti. Laporkan!,” kata Sandi ketika memberikan sambutannya di Masjid At Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019).
Sementara ia mendukung adanya pembentukan tim independen yakni Tim Pencari Fakta (TPF) Pemilu Curang. Bagi Sandi, pembentukan tim tersebut bukan untuk bertujuan melakukan delegitimasi KPU dan Bawaslu, justru untuk membantu kinerja lembaga penyelenggara pemilu itu agar tetap berada di jalur yang benar.
“Bukan untuk mendelegitimasi Bawaslu atau KPU, tapi untuk membantu karena laporan itu sudah sampai ribuan,” terangnya.
Berbagai bukti kecurangan pun kata Sandi akan terus dikumpulkan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan tetap memilih jalur konstitusional yakni melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai fasilitator untuk menyelesaikan sengketa secara konstitusional.
” Jadi kita pastikan langkah ini kita tempuh secara konstitusional, di bawah koridor hukum, langkah kita semua harus damai dan tidak boleh kita anarkis,” tegasnya.
[REL]
