Inisiatifnews – Kisruh dari Pilpres 2019 akibat Sistem Perhitungan (Situng) yang tidak sinkron dengan data C1 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi senjata bagi kubu 02 dalam menuding adanya kecurangan yang terjadi oleh kubu petahana. Namun kubu Jokowi menampik hal tersebut dan mengatakan kubu Prabowo bohong.
Direktur Direktorat Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Ade Irfan Pulungan malah mengatakan bahwa narasi yang dibuat kubu opisisi tidak benar. Dia malah mengatakan jika memang benar kubu sebelah mempunyai bukti maka sudah seharusnya dilaporkan agar segera diperbaiki.
“Kalau memang itu terbukti kan selama ini kecurangan yang terjadi sudah dilakukan perbaikan oleh KPU,” kata Ade di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).
Ade juga membeberkan bahwa pihak 02 tidak memiliki bukti klaim kemenangan. Pasalnya dia mendapat informasi bahwa pihak Prabowo-Sandi membuat surat secara tertulis kepada Bawaslu untuk diberikan salinan C1. Yang artinya segala bukti kecurangan maupun klaim kemenangan tidak pernah faktual.
“Satu hal lagi saya sampaikan kepada teman media, hari ini (Kamis), (kubu) 02 secara tertulis meminta kepada bawaslu semua C1 yang ada di Bawaslu. Artinya apa? Mereka tidak punya C1 ya kan? kalau mereka mengaku ada kecurangan, buktikan. Sedangkan kita tidak minta Bawaslu tapi mereka (kubu 02) meminta secara tertulis,” ungkap Ade.
Karena dasar itu, Ade pun justru mempertanyakan angka yang diklaim Prabowo Subianto dan pihak BPN terkait dengan angka 62 persen itu.
“Dari mana mereka (02) tidak punya C1 tapi klaim kemenangan 62 persen. Hari ini malah katanya bertambah kemenangannya sampai 80 persen. masuk akal gak?,” heran Ade.
Kemudian Ade menganalisis bahwa tujuan pihak oposisi yang melayangkan surat kepada Bawaslu meminta seluruh salinan C1 untuk bertarung di Mahkamah Konstitusi. Namun dari keseluruhan narasi yang dijual oleh kubu Prabowo-Sandi sangat tidak memberikan edukasi kepada masyarakat yang karena telah menyebarkan hoaks.
“Mereka (02) meminta secara tertulis kepada bawaslu itu nanti sebagai alat bukti di MK, dugaan kami gitu. Artinya, ya memang mereka tidak puya bukti yang maksimal. makanya saya sampaikan jangan melakukan kebohongan hoax secara berjamaah di publik,” sindirnya.
Dari pihak TKN Jokowi-Ma’ruf juga Ade siapkan strategi di setiap harinya akan membongkar seluruh hoaks yang disebarkan oleh kubu Prabowo-Sandi.
Menurut Ade dengan membuka posko adalah cara yang partisiparif mengajak publik untuk rakyat dalam menyebarkan informasi yang benar.
“Kita akan siapkan (strategi). yang mana mereka (02) lakukan kita akan lawan satu-satu. Direktorat Hukum juga akan menyampaikan kepada publik tentang adanya kecurangan atas laporan pengaduan kepada kami. Jadi satu-satu kita buka, ujung ujungnya mereka (02) bisa muntah darah juga mereka (02),” tegasnya.
[REL/NOE]
