Kasus Rommy, A.S Hikam Nilai Khofifah Seperti Ranting, Bisa “Mbanggel”

as hikam
Mohammad AS Hikam.

Inisiatifnews – Pengamat politik senior dari Presidential University, Muhammad A.S Hikam menilai bahwa apa yang dilakukan Romahurmuziy saat ini adalah bagian dari upaya manuver untuk melakukan survival dalam kasus dugaan suap lelang jabatan di Kementerian Agama itu.

“Ibarat terbawa arus sungai yang deras dan besar, Rommy (panggilan akrab Romahurmuziy -red) berusaha meraih apapun yang ada di sekitarnya agar ia bisa survive,” kata A.S Hikam dalam siaran persnya, Minggu (24/3/2019).

Bacaan Lainnya

Apalagi dengan mencoba menyeret nama Khofifah Indar Parawansa, Hikam sampai menganalogikan ibarat ranting kayu yang bisa nurut bahkan melakukan perlawanan dengan sabab musabab.

“Bu Khofifah, dalam metafora tersebut, adalah sepotong ranting kayu yang dianggap Rommy bisa diraih untuk upaya penyelamatan dan survival itu,” ujarnya.

“Ranting bisa diam saja atau manut. Tapi bisa juga ‘mbanggel’ alias berbalik memukul,” imbuhnya.

Perlu diketahui bahwa Rommy sebelumnya telah menyebut nama dua tokoh besar di Jawa Timur dan salah satunya adalah Khofifah Indar Parawansa. Dimana mantan Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyebut jika Ketua Umum PP Muslimat NU itu merekomendasikan nama Haris Hasunuddin untuk menempati posisi jabatan tinggi di Kementerian Agama.

Menanggapi tuduhan Rommy itu, Khofifah pun menepisnya.

“Rek wajahku iki lo rek mosok onok wajah suap, wajah disuap, ya nggak?” tanya Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (23/3).

Khofifah mengaku kaget saat namanya dicatut Rommy. Dan mantan Menteri Sosial itu meminta agar wartawan meminta penjelasan secara detail kepada Rommy rekomendasi seperti apa yang dimaksud.

“Sama sekali tidak benar. Silakan tanya Mas Rommy karena saya juga kaget. Rekomendasi dalam bentuk apa yang saya sampaikan. Jadi sebaiknya teman-teman bisa mengonfirmasi kepada Mas Rommy,” pinta Khofifah.

Khofifah juga mengaku terakhir kali bertemu dengan Rommy saat pelantikannya di Istana Negara pada 13 Februari lalu. Saat itu, Rommy hanya mengucapkan selamat kepadanya.

Tentang Haris, Khofifah mengaku tidak mengenalnya secara personal meski Haris merupakan menantu ketua timsesnya, M Roziqi.

“Secara personal tidak, tetapi bahwa beliau pernah (menjadi) Kepala Kanwil Kemenag Surabaya. Beliau sempat Plt, saya sempat ketemu di pengajian sekali,” kata Khofifah.

Pertemuan Khofifah dengan Haris pun tak hanya sekali. Khofifah menyebut dia pernah juga bertemu saat sedang audiensi dan beberapa pertemuan lainnya.

“Kemudian saya sempat ketemu lagi di rakerpim setelah menjadi gubernur. Saya ketemu lagi ketika beliau audiensi di sini. Jadi saya mengajak mendiskusikan data yang di-serve oleh UIN Syarif Hidayatullah, saya minta kita sama-sama melakukan pemetaan dan itu Pak Haris datang dengan tim dan saya juga menerima dengan tim,” papar Khofifah.

Khofifah juga menegaskan, meski Haris menantu Kiai Roziqi, hal tersebut tidak berpengaruh pada pelelangan jabatan. Terlebih, jika tak memenuhi kualifikasi, Haris tak akan bisa mendapat jabatan tersebut.

“Iya saya tahu juga belakangan bahwa Pak Haris adalah menantu dari Pak Roziqi. Tapi teman-teman, yang namanya open bidding ya open bidding. Anak ya anak, mantu ya mantu, itu bersifat personal. Kalau tidak memenuhi kualifikasi kan nggak bisa ikut open bidding,” ucapnya.

Untuk itu, Khofifah menegaskan dirinya siap dipanggil KPK guna mengklarifikasi kabar yang beredar.

“Kita harus support, apa yang dilakukan KPK itu adalah dalam rangka membangun kepercayaan kepada masyarakat,” kata Khofifah.

Temukan kami di Google News.