Puan Maharani Dukung Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD

puan maharani
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Prof Mohammad Mahfud MD bersama dengan Menko PMK Puan Maharani dalam Rembug Nasional Gerakan Suluh Kebangsaan. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengaku sangat senang dan mendukung Gerakan Suluh Kebangsaan yang diprakarsai oleh Prof. Mahfud MD dan para tokoh lintas agama di Indonesia.

Ia berharap besar agar gerakan tersebut dapat menjadi wadah untukuntuk mendisku kehidupan dan kemasyarakatan terhadap bangsa dan agama.

Bacaan Lainnya

“Saya harap gerakan ini juga dapat dijadikan momentum sekaligus forum yang bermanfaat untuk berdiskusi bagi masa depan kehidupan dan kerukunan umat beragama,” kata Puan di tengah-tengah kegiatan Rembug Nasional bertemakan “Api Islam Untuk Peradaban Indonesia Masa Depan” di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

Dalam kesempatan ini, Menko PMK juga menjelaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki 714 suku, 1.100 bahasa, yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau. Sebagai bangsa yang besar dan memiliki keberagaman yang harus dijaga, Menko PMK juga mengingatkan agar pesta demokrasi yang nanti akan dilaksanakan dapat dilakukan dengan perasaan gembira sebagai bagian dari satu bangsa, jangan sampai perbedaan dapat memecah belah bangsa.

Lebih lanjut, di Indonesia saat ini, istilah Api Islam mulai pertama dilontarkan oleh Bung Karno setelah mendalami Islam dalam masa-masa perjuangan, termasuk pemenjaraan dan pengasingan terhadap Bung Karno pada masa penjajahan. Bagi Bung Karno, Islam adalah agama yang mendorong kemajuan bagi umat manusia dan semua bangsa di dunia.

Bung Karno juga senantiasa menyintesiskan Islam dan nasionalisme serta menjadikan keduanya sebagai inti dari nilai-nilai Pancasila agar dapat bersatu padu menjadi kekuatan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan dan membangun negeri. Sekaligus menghendaki bangsa Indonesia menjadi bangsa yang religius dengan cara saling menghormati dan hidup berdampingan dengan damai, serta bertoleransi antar umat beragama.

Di akhir sambutannya, Menko Puan mengatakan bahwa Pancasila, yang di dalamnya mengandung unsur-unsur ke-Islaman dan kebangsaan, adalah laksana dua rel kereta api yang jika keduanya berdampingan dengan kokoh akan dapat mengantarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan segenap rakyatnya yang majemuk, baik dari aspek suku, agama, ras, etnis, dan antar golongan sampai kepada tujuannya yakni suatu tatanan masyarakat adil dan makmur serta bahagia lahir batin melalui pembangunan spritual dan material secara seimbang.

Terakhir, Puan pun berharap besar agar umat Islam di Indonesia berlomba-lomba mewujudkan Islam yang memberikan rahmat kepada seluruh alam. “Mari kita wujudkan bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Prof. Mohammad Mahfud MD menyampaikan, agenda Rembug Nasional bertajuk “Api Islam untuk Peradaban Indonesia Masa Depan” ini ingin menegaskan bahwa semangat Islam harusnya menjadi pemantik agar Indonesia saling menyayangi dan merangkul, bukan saling memusuhi.

“Mengapa api Islam? Kami menyakini seyakin-yakinnya Indonesia ini merdeka karena juga api Islam yang berkobar. Islam itu lalu bersatu membulatkan tekad, merangkul kelompok lainnya yang tidak Islam untuk bersama, berpikir tentang Indonesia, dan memajukannya,” ujar Mahfud.

[NOE]

Temukan kami di Google News.