Mahfud MD : KPK Usut Semua Kasus Tak Melihat Asal Partai

Mahfud MD
Mahfud MD

Inisiatifnews – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD menilai kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah on the track. Tidak ada pilih kasih dan pengecualian dalam mengusut kasus korupsi. Semua oknum di hampir seluruh partai politik diusut KPK. Hal tersebut diungkapkan Mahfud dalam kicaunnya di media sosial Twitter lewat akun @mohmahfudmd.

Mulanya, ada pertanyaan lewat cuitan sebuah akun yang menilai bahwa KPK tak berani mengusut dugaan korupsi yang dilakukan oleh pemimpin daerah dari PDI Perjuangan. Akun ini menilai, KPK tidak berani karena KPK ibarat menabrak gunung. “Bupati yang dari PDI Perjuangan mana ada yang berani usut. Sama saja dengan nabrak gunung,” kicau akun @Lakiyo56560613 menautkan akun @mohmahfudmd.

Bacaan Lainnya

Menanggapi pertanyaan tersebut, Mahfud menyebut, sejauh ini KPK sudah menindak sejumlah kepala daerah baik gubernur, bupati hingga wali kota dari berbagai partai. Mahfud malah menilai KPK bukan lagi menabrak gunung, namun sudah berani mengebor gunung. “Anda Mas Lakiyo, kurang baca berita. Bupati Walikota, Gubernur yang ditangkap KPK itu banyak. Ada yang dari PDI Perjuangan, ada yang dari Golkar, ada yang dari PKS, ada yang dari Demokrat, dll. Siapa bilang KPK tak berani nabrak gunung? Gunungnya malah sudah dibor oleh KPK,” kicau Mahfud lewat akun @mohmahfudmd pada Senin (25/2/2019).

Sebelumnya akun @Agants3 juga menanyakan hal serupa. “Apa Komentar Prof tentang korupsi yang terbesar dalam sejarah Indonesia yang dilakukan seorang kepala daerah yaitu bupati dari PDI Perjuangan yang merugikan uang negara Rp 5,8 Triliun? Apakah benar-benar uangnya hasil korupsinya digunakan untuk pribadi beserta keluarganya atau untuk yang lain?” tanya akun ini.

Mahfud pun menjawab, bahwa semua kubu ada koruptornya. “Ada yang bertanya kepada saya dan kepada kita. Kok, kalian diam ada koruptor di kubu sana? Saya jawab, kubu yang mana? Bukankah di semua kubu sama-sama banyak koruptor dan pembelanya? Lagi pula siapa yang diam? Kita kan sudah mendukung KPK sudah menangkapi mereka dari kedua kubu? Adakah kubu yang bersih?” cuit Mahfud yang akunnya memiliki 2.5 juta follower ini.

“Ada lagi yang nanya, Anda kok diam saja dan tidak melapor ke KPK jika tahu ada korupsi? Saya jawab dengan 2 jawaban. 1) Bukankah sudah tersiar saya selalu mendung KPK menindak koruptor tanpa pandang bulu? 2) Untuk apa lagi saya lapor ke KPK, wong datanya justeru saya dapatkan dari KPK karena ada laporan,” cuit Mahfud menambahkan.

Mahfud yang juga Ketua Dewan Pembina MMD Initiative ini mengimbau masyarakat ikut mendukung KPK memerangi korupsi. Dia meminta tak ada lagi pihak yang menuduh kelompok tertentu dengan sebutan sebagai sarang koruptor.

“Anda salah, saya tak bilang korupsi itu biasa. Justeru korupsi harus kita perangi. Saya hanya menyeru, janganlah menuduh satu kelompok sebagai sarang korupsi, sebab pada pendukung semua kubu sama-sama banyak koruptornya. Saya bahkan hafal nama wakil di penjara dari setiap parpol yang punya wakil di DPR,” terangnya.

Meski sudah dijawab gamblang, ada lagi netizen yang terus menerus mendesak. “Rp 5,8 Triliun itu mah sudah beritanya pak? Coba dari partai oposisi, sudah hangus digoreng,” nilai akun @Didin_Mahmuddin.

Mahfud pun langsung meresponnya. “Tadi nanyanya kan berani menindak atau tidak jika korupsi dilakukan oleh parpol tertentu. Maka saya jawab, semua parpol sudah ditindak secara sama oleh KPK. Kalau soal pemberitaan, nanyanya kepada yang punya koran dan teve saja. Itu hak yang punya media. Memangnya, saya juragan koran dan tipi?” tandas Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur ini. (FQH)

Temukan kami di Google News.