Malaysia Intensif Latihan Tempur di Laut Cina Selatan, Ada Apa?

Inisiatifnews – Dalam satu bulan ini, angkatan bersenjata Malaysia melakukan serangkaian latihan perang secara intensif. Sepanjang akhir pekan kemarin, Angkatan Udara Malaysia atau Royal Malaysian Air Forces (RMAF) latihan tempur dengan menembakkan rudal betulan di negara bagian Sabah, wilayah yang masuk bagian perairan Laut Cina Selatan.

Malaysia adalah salah satu negara yang mengklaim Laut Cina Selatan yang bertahun-tahun diperebutkan oleh Cina dan sejumlah negara lainnya Asia Tenggara.

Bacaan Lainnya

Melalui pernyataan resmi RMAF, latihan tempur dengan rudal betulan berlangsung di langit Kota Belud, salah satu distrik di Sabah yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan. “Latihan dilakukan di wilayah udara Sabah dan di sekitar perairannya,” ujar pernyataan pers RMAF seperti dilansir Radio Free Asia.org.

Latihan tempur melibatkan 232 personil dan sejumlah pilot yang menerbangkan jet tempur produksi Amerika Serikat dan Rusia. Dalam pernyataan resmi itu, latihan tempur RMAF berlangsung dimulai sejak 23 Juli 2019 dan akan berlangsung hingga 10 Agustus 2019 mendatang.

Lewat pernyataan ini pula, pilot-pilot RMAF disebutkan telah menjatuhkan bom dari jet tempur ke targetnya di wilayah Sabah. “Publik disarankan untuk tidak panik dan khawatir jika mereka melihat pesawat RMAF terbang rendah dan mendengar suara ledakan di wilayah udara Sabah,” imbau RMAF kepada warga sekitar lokasi latihan tempur.

Latihan tempur diklaim guna menguji keterampilan pilot dalam menembak target dengan menggunakan berbagai jenis senjata. Sekaligus memastikan kesiapan aset persenjataan RMAF.

Sebelum angkata udaranya latihan tempur, Angkatan Laut Kerajaan Malaysia juga telah melakuka uji coba rudal sejak awal Juli lalu. Lokasinya juga di perairan di Laut China Selatan. Latihan tempur ini diberi nama sandi, KerisMas.

Kepala Angkatan Laut Laksamana Datuk Mohd Reza Mohd Sani mengklaim, anak buahnya berhasil menembakkan misil Exocet MM40 Block II dari kapal KD Kasturi dan rudal lainnya, Sea Skua, dari helikopter Super Lynx.

Latihan tempur berlangsung dari 1 Juli hingga 18 Juli. “Rudal-rudal yang ditembakkan, semua tepat sasaran,” kata Laksamana Datuk Mohd Reza Mohd Sani seperti dilansir The Star.

Angkatan Laut Kerajaan Malaysia ingin membuktikan kemampuan serangan dan kesiapannya menghadapi ancaman di kawasan ini. “Bahwa kita selalu berada dalam kesiapan tertinggi dalam memastikan bahwa aset dan sistem senjata kita berfungsi optimal,” tandasnya.

Latihan militer dengan sandi KerisMas ini melibatkan 12 kapal permukaan, sebuah kapal selam, empat helikopter Angkatan Laut, empat pesawat Angkatan Udara dan aset dari Badan Penegakan Maritim Malaysia. Selain itu, sekitar 3.000 personel terlibat dalam latihan tersebut. (FIM)

Temukan kami di Google News.