Saut Situmorang Sebut ‘Integritas’ Jadi Pembeda Sosok Seperti Mahfud MD

Wakil Ketua KPK periode 2014-2019, Saut Situmorang, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (05/09/2026). Foto: Wahyu Suryana
Wakil Ketua KPK periode 2014-2019, Saut Situmorang, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (05/09/2026). Foto: Wahyu Suryana

Wakil Ketua KPK 2015-2019, Saut Situmorang, menceritakan persahabatannya dengan Menkopolhukam 2019-2024, Mahfud MD. Walau sama-sama sudah tidak lagi menjabat, ternyata kedua tokoh pejuang antikorupsi itu masih sering bertemu dan berdiskusi.

Belakangan, Saut mengungkapkan, dirinya sering pula menyimak pandangan-pandangan Mahfud melalui YouTube. Bahkan, ia membantah sahabatnya itu yang ternyata kerap merasa keliru bicara, dan menyebutnya sebagai ‘hard fact’ dalam memaparkan data.

“Sejauh yang saya pantau, nah ini naluri intelijennya ke luar, sejauh yang saya lihat tidak (keliru). Memang ada yang kalau dalam bahasa intelijen itu ada yang disebutnya hard fact, ada yang datanya itu sangat keras dan Prof selalu memberikan itu,” kata Saut kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (05/09/2026).

Ia berpendapat, jenis data-data keras memang cukup sulit dibantah, sehingga tidak mengherankan kalau apa yang disampaikan sering memunculkan diskursus di masyarakat. Bagi Saut, itu didasari sebuah integritas, yang jadi pembeda dari sosok Mahfud.

“Data keras itu memang agak sulit untuk dibantah juga karena pengalaman beliau cukup panjang, lebih tepatnya integritasnya, itu yang toko sebelah tak bisa lawan,” ujar Saut.

Seperti Mahfud, Saut mengaku banyak mengisi waktu luang setelah tidak menjabat dengan mengisi kuliah-kuliah umum atau diskusi-diskusi publik. Hal itu dibarengi aktivitas lainnya, yaitu menjalankan hobi seperti bermain alat musik saksofon.

“Sebenarnya sudah lama ya, sejak Covid, kalau dulu kalau saya main itu harus ada yang mengiringi piano, sekarang saya pakai minus one. Kemarin baru dari Samosir juga ada acara tahunan SMI namanya, Samosir Music International. Jadi, itu ada musikus-musikus dari Inggris, dari Kuba, tapi wajib bisa nyanyi Batak,” kata Saut.

Meski begitu, Saut menyampaikan, silaturahminya dengan Mahfud masih terus terjaga, bahkan masih sering bertemu sekadar berdiskusi tentang kondisi bangsa dan negara. Namun, ia menuturkan, pertemuan-pertemuan itu biasanya tidak digembor-gemborkan.

“Kita pertemuan klandestin (secara rahasia atau secara diam-diam) banyak, 3 hari lalu kita ya, sering lah, paling CCTV di daerah itu lah yang tahu,” ujar Saut.

Pada kesempatan itu, Mahfud turut menceritakan awal mula kenal Saut dan pimpinan-pimpinan KPK yang seangkatan. Saat itu, ia mengingatkan, banyak orang yang khawatir karena KPK diisi orang-orang yang tidak memiliki latar belakang hukum seperti Saut.

“Semuanya bukan orang yang dikenal, record-nya belum terbukti. Apalagi, ekspektasi dari periode sebelumnya tinggi. Tapi, ternyata periode Pak Saut bagus, produktif, keras banget, ditakuti, sehingga pemerintah daerah itu takut betul,” kata Mahfud.

Hal itu sempat membuat Mahfud berkesimpulan kalau sistem yang ada di KPK saat itu sudah sangat baik, sehingga siapa saja yang masuk bisa menjadi baik. Dibuktikan dari siapa saja orang-orang yang memimpin KPK saat dan sebelum periode Saut.

Bagi Mahfud, KPK saat itu berjalan mengikuti semangat Reformasi awal yang bertekad memperbaiki negara. Karenanya, lembaga-lembaga penegak hukum diperkuat, dan saat itu masyarakat relatif sangat percaya setiap korupsi bisa diungkap oleh KPK.

“Di awal-awal Reformasi sampai beberapa belas tahun ke depan itu bagus. Ada tingkat kepercayaan dan masyarakat senang. Ekonomi bertumbuh, persepsi korupsi naik, kita sebagai warga merasa juga kayaknya kualitas sebagai warga itu merasa bangga. Kalau ada yang nakal masih bisa dikejar. Kalau sekarang nakal dikejar, tapi balik lagi,” ujar Mahfud. (WS05)

Temukan kami di Google News.