OSO Tegaskan Sekber GKSR Konsisten Perjuangkan Suara Rakyat

Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) yang berisi delapan partai nonparlemen menggelar pertemuan di Jalan H.O.S Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, <span;>Kamis (29/1/2026).

Sekber GKSR membahas mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan ambang batas parlemen atau Parliamentary Thershold (PT).

Bacaan Lainnya

“Kami menggelar pertemuan hari ini khusus untuk membahas Pilkada dan parliamentary threshold. Ini sangat penting, karena terus terang saja, parliamentary threshold itu juga merusak sistem,” ujar Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta (OSO).

Hadir Presiden Partai Buruh Said Iqbal, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Gugum Ridho Putra, Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi, dan Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo dan Sekjen Feri Kurnia Rizkiansyah.

OSO meyakini publik semakin tumbuh kesadaran bahwa ambang batas parlemen tak adil bagi demokrasi. Selain itu, dia menyarankan, partai besar juga tak perlu takut dengan PT yang semakin kecil.

“Nah, nanti kan ada kesadaran, loh, kalau sudah menang, sudah kuat, kenapa takut dengan 0 atau minimal 1 persen parliamentary threshold? Apa yang dikhawatirkan? Nggak akan hilang suara yang sudah besar, nggak akan mengecilkan suara yang kecil,” tambah OSO.

OSO mengingatkan seluruh pihak bahwa tak boleh ada suara rakyat yang diciderai, apalagi hilang seperti pada Pemilu 2024.

Dikatakan OSO, partai yang tergabung dalam Sekber GKSR tak ingin ada satu suara rakyat hilang.

“Satu pun suara tidak boleh lagi dicederai, apalagi jutaan suara yang hilang. Seperti Pileg kemarin, 17 juta suara hilang. Teman-teman saya ini nggak mau lagi, partai nonparlemen ini nggak mau lagi suara rakyat hilang,” tegas OSO.

“Kalau yang mau hilangkan suara rakyat, itu pasti mengkhianati bangsa. Terus terang saja, ini sikap tegas GKSR,” tegas Mantan Wakil Ketua MPR ini.

Sekber GKSR juga berdiskusi tentang mekanisme Pilkada. Namun, OSO menyampaikan, pihaknya belum menentukan sikap terkait isu ini.

“Kami masih akan mendengar suara akademisi, profesional, baik dari politik, hukum, budaya bangsa Indonesia,” sebut OSO.

Sekber GKSR terdiri dari delapan partai nonparlemen yakni Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Buruh, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Ummat, dan Partai Berkarya. RLS/MB03

Temukan kami di Google News.