Kulik Masa Depan AI dan Privasi, World Privacy Day Conference Kembali Digelar

Dalam rangka World Privacy Day, PRIVASIMU berkolaborasi Prodi Doktor Ilmu Komputer BINUS University, dan Financial Industry Data Protection and Privacy Network (FINDANET) menggelar World Privacy Day Conference (WPDC) pada 28 Januari 2026. WPDC 2026 kali ini merupakan edisi kedua yang akan diselenggarakan mengangkat tema ‘The Future of AI and Privacy: Balancing among Ethics, Regulation and Innovation.’

Konferensi ini menjadi forum strategis mengeksplorasi dan mendiskusikan bagaimana regulasi, etika, dan inovasi dapat berjalan berkesinambungan di tengah perkembangan penggunaan Kecerdasan Artifisial atau dikenal sebagai Artificial Intelligence (AI). Konsultan PRIVASIMU, Aditya Wahyu mengatakan, penggunaan AI kini semakin mengglobal dan kerap digunakan oleh masyarakat.

Hal ini dapat kita lihat kini dengan banyaknya aplikasi, platform, atau konten yang berbasis AI dalam fungsinya, dan pengembangan sistem atau aplikasi berbasis AI juga turut meningkat. Kondisi ini turut mendorong berbagai perusahaan untuk bersaing membuat sistem atau aplikasi berbasis AI mereka sendiri.

“Meningkatnya pengembangan serta penggunaan AI menimbulkan tantangan baru, salah satunya berkenaan dengan lingkup privasi. Dari sudut penggunaan, privasi menjadi tantangan berkaitan dengan bagaimana penggunaan AI dapat menjamin privasi data pengguna,” kata Aditya, Rabu (28/01/2026).

Kemudian, dari sudut pengembangan, tantangan privasi memusatkan bagaimana perusahaan menerapkan prinsip Privacy by Design dan Privacy by Default dalam pengembangan dan implementasi AI yang mereka kembangkan. Aditya menekankan, itu menjadi penting agar nantinya sistem atau aplikasi tersebut melindungi privasi.

Berlakunya Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) menjadi salah satu acuan regulasi berkenaan dengan privasi data. Dalam kaitannya dengan AI, UU PDP turut menjadi acuan dan sebagai rulebook bagi penggunaan dan pengembangan AI yang harus dipatuhi. Terdapatnya regulasi demikian, menimbulkan tantangan baru dalam lingkup penggunaan dan pengembangan AI.

Tantangan tersebut memusatkan pada bagaimana nantinya jalan inovasi AI yang disaat bersamaan harus untuk patuh pada regulasi. Selain interseksi regulasi dan inovasi, AI juga berkaitan dengan etika. Dengan keunikan AI yang dapat berfungsi seperti kecerdasan manusia, AI kerap menjadi andalan dalam melakukan berbagai aktivitas seperti mencari informasi, mengedit konten atau membuat poster/gambar.

Keunikan AI tersebut dan tingginya penggunaan selayaknya diharapkan agar bertanggung jawab dan mengedepankan etika. Begitu pula dalam pengembangan aplikasi atau sistem AI, perusahaan pengembang diharapkan agar menciptakan AI yang nantinya pada tahap penggunaan dapat dipertanggungjawabkan dan tidak melanggar etika dan hak orang lain, misalnya hak privasi.

“Apakah nantinya dengan adanya ekspektasi etika, berlakunya regulasi, dan tuntutan inovasi akan saling mempermudah,menghambat, ataukah dapat berjalan beriringan dan saling mendukung satu dengan lainnya? Konferensi ini nantinya akan memperjelas bagaimana masa depan pengembangan dan penggunaan AI dengan tetap menjaga privasi data para penggunannya dan ditujukan untuk mendorong segera diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) serta dibentuknya Lembaga PDP,” ujar Aditya.

WPDC 2026 menghadirkan keynote speakers dan panelis dari kalangan pemerintah dan regulator, profesional hukum dan kebijakan publik, pimpinan perusahaan teknologi, serta praktisi keamanan dan pelindungan data yang diantaranya yakni pakar hukum tata negara, Jimly Asshiddiqie, Guru Besar Binus, Ford Lumban Gaol, Founder dan CEO PRIVASIMU, Awaludin Marwan, dan Wakil Ketua Bidang TI FINDANET, Sugianto Wono.

WPDC 2026 turut mengundang Wamen Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, Wakil Kepala Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN), Rachmad Wibowo, dan DIrektur Tindak Pidana Siber Polri, Himawan Bayu Aji. (WS05)

Temukan kami di Google News.