Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menyiapkan mekanisme evaluasi calon legislatif (caleg) berbasis survei menghadapi Pemilu 2029. Elektabilitas dan peluang keterpilihan caleg akan dipantau secara rutin.
“Setelah konsolidasi ini sudah 100 persen, maka kita akan mengukur kekuatan. Kita akan survei di mana tingkat awareness partai, di mana positioning elektabilitas partai,” kata Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) atau Task Force DPP Hanura Patrice Rio Capella.
Hal itu diungkap Rio dalam acara Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force tingkat DPC se-Provinsi Sumatera Selatan di Hotel Aston, Palembangan, Rabu (12/8/2026).
Hasil survei tersebut akan diturunkan ke tingkat daerah pemilihan (dapil). Hanura akan memetakan daerah yang memiliki potensi memperoleh kursi, sekaligus mengukur kekuatan masing-masing bakal caleg.
Dicontohkan, jika seorang kandidat berada di urutan kesembilan dalam hasil survei, Hanura akan memberikan program dan waktu sekitar enam bulan untuk meningkatkan elektabilitasnya. Setelah itu, kandidat kembali disurvei untuk melihat perkembangan elektabilitasnya.
“Bekerja selama enam bulan, dan kita survei kembali. Apakah Pak Ketua naik atau tidak?” ujar Rio mengibaratkan Ketua DPD Hanura Sumsel, Ahmad Al Azhar nyaleg DPR RI.
Mekanisme tersebut, kata Rio, juga akan menjadi dasar pemberian reward dan punishment kepada kader yang diproyeksikan maju dalam Pemilu.
“Kalau Pak Ketua naik, ini ke-7. Namun, kalau di angka sembilan terus disurvei turun menjadi 10, kita bilang, ‘Pak Ketua, jangan nyalon ke DPR RI,” jelas Wakil Ketua Umum Hanura itu.
Persiapan Hanura tidak hanya membangun struktur partai, tetapi juga memastikan setiap mesin politik memiliki target elektoral yang terukur.
“Kita akan mulai survei tahun depan, setelah struktur pengurus hingga ke tingkat kecamatan rampung 100 persen, dilanjutkan 83.000 desa,” pungkas Rio. MF03
