Islah Bahrawi: Putusan MK Buktikan Pencurian dan Perampokan Anggaran Pendidikan oleh MBG

Tokoh Madura, Islah Bahrawi, dalam program Berani di kanal YouTube Terus Terang Media, Selasa (11/08/2026). Foto: Wahyu Suryana
Tokoh Madura, Islah Bahrawi, dalam program Berani di kanal YouTube Terus Terang Media, Selasa (11/08/2026). Foto: Wahyu Suryana

Tokoh Madura, Islah Bahrawi, mengaku pesimistis dengan situasi Indonesia ke depan dikarenakan kondisi ekonomi yang tampak tidak pernah mengalami perbaikan. Apalagi, melihat masa depan dunia pendidikan yang anggarannya terus dicuri, bahkan dirampok.

“Pendidikan kita hari ini dengan ke luarnya keputusan MK kemarin tentang penggunaan anggaran pendidikan oleh Makan Bergizi Gratis (MBG) ini menunjukkan bahwa selama ini telah terjadi pencurian, terjadi perampokan terhadap anggaran pendidikan kita. Apa yang dikatakan orang-orang Istana bahwa MBG tidak pernah menggunakan anggaran pendidikan dan seterusnya, kemudian terbantahkan oleh keputusan MK,” kata Islah kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam Berani di YouTube Terus Terang Media, Selasa (11/08/2026).

Ia menilai, itu semua semakin menjadi pengingat masyarakat harus terus mengawal dan mempertanyakan program-program pemerintah. Apalagi, Islah mengingatkan, pejabat-pejabat masih terus menjilat ludahnya sendiri dan menjilat penguasa untuk bertahan.

“Pemerintahan kita hari ini, menurut saya, sekali lagi menurut saya pribadi, sama sekali tidak ada harga dirinya. Mereka berkali-kali mengotori mulutnya sendiri, mereka berkali-kali memberaki kata-katanya sendiri, mohon maaf dengan bahasa ini. Tapi, kata-kata apalagi yang kira-kira bisa menyentuh nurani mereka, yang ada hari ini kita lihat berbagai pertunnjukkan akorbatik terhadap kesalahan,” ujar Islah.

Kini, ia menekankan, tidak ada lagi orang yang bisa membuat pembenaran terhadap kebijakan pemerintah selain para penjilat yang hanya membenarkan kesalahan yang dibuat. Seolah kita tidak lagi diberikan fakta-fakta kebijakan yang bermasalahan.

Justru, lanjut Islah, yang ada kesalahan-kesalahan dari ucapan Presiden Prabowo itu yang hari ini selalu sibuk untuk dibersihkan dan dibelokkan ke pembenaran sepihak. Padahal, tidak ada susahnya dan tidak ada salahnya pemerintah minta maaf ke rakyat.

Maka itu, ia merasa, wajar jika survei popularity vote-nya Presiden Prabowo semakin turun. Wajar pula isu-isu akan ada pergerakan besar masyarakat Agustus ini menuntut kebijakan pemerintah supaya bisa mendatangkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

“Ini semua timbul karena memang pemerintah memiliki reputasi yang buruk, yang jahat dalam mengomunikasikan semua kebijakannya kepada rakyat Indonesia yang tentu saja berharap ke arah perbaikan. Ini tidak, komunikasi Istana selama ini hanya sibuk membenarkan kesalahan Presiden, hanya sibuk memberikan disclaimer-disclaimer dari ucapan Presiden yang terbukti memang tidak ada jurusannya,” kata Islah.

Islah menyarankan, Istana terutama memperbaiki cara berkomunikasi, selain meninjau ulang program-program yang cuma mendatangkan kemudaratan dan menghabiskan anggaran. Ia mengingatkan, anggaran yang dipakai untuk hambur-hambur merupakan uang rakyat.

Islah menekankan, semua uang yang akhirnya dikorup oleh pelaksana program-program pemerintah itu berasal dari pajak-pajak rakyat. Sementara, mereka seharusnya sadar diri posisi mereka sebagai pembantu rakyat, orang yang diberi amanah oleh rakyat.

Ia menambahkan, pejabat-pejabat itu harus sadar kalau mereka yang seharusnya tunduk kepada rakyat karena rakyat berhak bertanya uangnya dipakai untuk apa saja. Serta, memastikan uang rakyat yang dipakai bisa dikembalikan ke program yang bermaslahat.

“Bukan hanya kepada kelompok kecil, bukan hanya kepada penguasa, bukan hanya kepada parpol, tapi untuk 280 juta rakyat Indonesia. Mudah-mudahan ini bisa menjadi ilham dari kita untuk memberikan masukan-masukan yang bermartabat dan bermaslahat bagi bangsa ini,” ujar Islah. (WS05)