Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka merespons kasus guru Ahmad Firman DM dari SDN 156 Kalukubodo yang memviralkan sekolahnya dalam kondisi rusak berat.
“Ini menunjukkan ada masalah serius di lapangan. Padahal dana pendidikan tersedia cukup besar,” kata Politisi PDI Perjuangan ini dalam Instagram-nya dilihat, Selasa (17/11/2025).
Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk mengaudit Daerah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Mendukung Kemendagri dan BPK RI untuk audit Keuangan Daerah Kabupaten Bulukumba,” tegas Rieke.
Rieke mendukung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memberi ruang diskresi DAK Fisik 2025 Kabupaten Bulukumba yang belum terserap dapat digunakan untuk perbaiki SDN 156 Kalukubodo di Tahun 2025.
Rieke juga mendesak Pemerintah dan DPRD Sulawesi Selatan memberi atensi atas persoalan tersebut. Paling penting, mendesak Pemda dan DPRD Kabupaten Bulukumba untuk mengeluarkan kebijakan perbaikan SDN 156 Kalukubodo.
Kata Rieke, dari data yang diperolehnya, postur Transfer Keuangan Daerah (TKD) Kabupaten Bulukumba dari Pemerintah Pusat 2025 sebesar Rp 1,174 triliun.
Tercatat pula Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp 108,96 miliar dengan realisasi Rp 66,92 miliar atau serapan 61,42 persen. Sehingga, masih tersisa DAK Fisik 38,58 persen. Artinya, masih sisa anggaran yang bisa digunakan untuk pembangunan fisik sekitar Rp 42,04 miliar.
“Tahun 2025 akan segera berakhir, bukankah SD Negeri adalah sekolah negara, anggaran perbaikan dari negara artinya disediakan,” tegasnya.
Diingatkan Rieke, SDN 156 Kalukubodo dibangun tahun 1980-an, artinya saat ini usianya 45 tahun. Dia menilai kasus ini menunjukkan pentingnya perencanaan pembangunan daerah berbasis pada data presisi.
Rieke Menegaskan, penggunaan anggaran negara bukan sekadar penyerapan. Tetapi anggaran negara wajib dikucurkan tepat sasaran.
“Substansi pembangunan jangan digerus mekanisme teknis pengajuan anggaran. Jika sesuai fakta dan kebutuhan, uang negara ini duit rakyat dan harus kembali ke rakyat,” pungkasnya. FB03
