Mahfud MD Ceritakan Momen Diculik Tokoh-Tokoh Muda, Diminta Jadi Ketua MK

Pakar hukum tata negara, Zainal Arifin Mochtar atau Uceng (tengah), dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (25/10/2025). Foto: Wahyu Suryana
Pakar hukum tata negara, Zainal Arifin Mochtar atau Uceng (tengah), dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (25/10/2025). Foto: Wahyu Suryana

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, mengungkapkan momen dirinya diculik oleh tokoh-tokoh muda yang memintanya menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Hal itu diungkap Mahfud MD ketika berbincang bersama salah satu tokoh muda, Zainal Arifin Mochtar, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official.

“Kan ketika saya mau jadi Ketua MK itu kan dijemput oleh anak-anak ini ke sebuah hotel, ada Saldi (Isra), Denny (Indrayana), dan ada empat orang lagi, tengah malam, waktu itu Pak Mahfud, MK ini harus diperbarui, Pak Mahfud harus masuk sekarang,” kata Mahfud, Sabtu (25/10/2025).

Saat itu, Mahfud menuturkan, dia merupakan Anggota DPR RI dan menjawab permintaan mereka kalau dirinya tidak terpikirkan untuk masuk ke MK. Namun, tokoh-tokoh muda ini berpendapat, Mahfud harus masuk mengganti Achmad Roestandi yang akan pensiun 2 bulan setelah itu, dan kebetulan juga berasal dari DPR.

“Bapak harus ganti dia, tidak ada orang lain katanya karena dia juga kan dari DPR dulu, saya dari DPR. Ya itu, akhirnya saya ke MK ya digotong anak-anak ini, ini ada Denny, Saldi, Irman Putra Siddin, ramai-ramai, Refly juga kayaknya ya, pokoknya ramai itu dibawa ke sebuah hotel, tengah malam, tapi entah di mana,” ujar Mahfud.

Pada kesempatan itu, Zainal Arifin Mochtar atau Uceng turut mengungkapkan, sosok Mahfud bagi anak-anak muda memang dipandang sebagai anomali. Ia merasa, Mahfud merupakan sosok yang mampu menyatukan tradisi berpikir Barat dan Timur atau Islam.

Mahfud, lanjut Uceng, fasih mengucapkan dalil-dalil Latin, pada saat yang sama mengutip dalil-dalil Alquran. Selain itu, ia berpendapat, salah satu yang paling kuat dari Mahfud tidak lain pemihakan, membuat pandangannya tidak pernah kosong.

“Dalam beberapa kali saya bilang, kita berbeda pendapat, beberapa kali kita kritik Pak Mahfud. Tapi, tidak pernah Pak Mahfud mengambilnya secara pribadi karena dia paham bahwa ada tujuan besar yang sedang mau dibangun, ada tujuan bersama kolektif. Jadi, kalaupun tidak sama dalam satu perahu, paling tidak dalam tujuannya sama,” kata Uceng.

Salah satu momen yang dibagikan Uceng adalah ketika dirinya mengkritik keras Mahfud soal UU Cipta Kerja (Omnibus Law). Saat itu, Uceng menyampaikan, ada pertanyaan yang sampaikan Mahfud usai keduanya shalat berjamaah di masjid depan rumah Mahfud.

Mahfud, kata Uceng, ternyata meminta pendapatnya apakah sebaiknya dirinya mundur dari Menkopolhukam karena perbedaan pendapat soal UU Cipta Kerja. Uceng menyebut, saat itu dirinya menyerahkan keputusan mundur atau tidak ke kebijaksanaan Mahfud.

“Pak Mahfud bilang begini, menurutmu saya harus mundur atau tidak? Saya bilang, Pak Mahfud bisa memilih sebenarnya, kalau merasa bahwa di dalam ini mudaratnya akan jauh lebih besar ya cabut. Profesionalisme Pak Mahfud pakai logika sebagai dosen yang sering Pak Mahfud bilang itu. Tapi, kalau Pak Mahfud merasa bahwa masih ada perjuangan yang bisa dimenangkan, maka teruskan,” ujar Uceng.

Bagi Uceng, yang terpenting dari sosok Mahfud tidak pernah memasukkan kritik-kritik yang datang ke hati. Pun ketika Uceng mengkritik Mahfud usai viral foto-foto Mahfud ketika diajak Jusuf Kalla naik jet pribadi untuk memenuhi undangan JK ke Makassar.

Mahfud, Uceng menambahkan, sering pula mengungkapkan apa yang terjadi di dalam pemerintahan, termasuk sidang-sidang kabinet tentang satu kebijakan. Namun, ia menekankan, tentu saja cerita-cerita itu tidak dapat diungkapkan ke masyarakat.

“Tapi, yang paling penting menurut saya, Pak Mahfud itu apa ya, ya tidak pernah ini, tidak pernah mengambil ke dalam hati. Paling tidak dalam kasus saya, tidak pernah ada, kita kritik yang waktu naik pesawat jet pribadi itu yang sempat heboh-heboh itu kita kritik juga. Tapi, Pak Mahfud tidak ada masalah,” kata Uceng. (WS05)