Mantan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa menyatakan, konsep solusi dua negara atau two-state solution dalam menyelesaikan konflik Isarel-Palestina tak hanya disuarakan Presiden RI Prabowo Subianto, tapi juga negara-negara dunia lainnya.
Kedua negara diharapkan bisa hidup berdampingan sebagai negara merdeka.
“Selama ini bukan hanya Indonesia, masyarakat internasional pada umumnya mendukung konsep two-state solution. Negara palestina merdeka, negara Israel yang hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati. Itu adalah posisinya Palestina, posisinya masyarakat internasional pada umumnya,” kata Marty dalam wawancara di stasiun televisi TV One, dikutip Kamis (25/9/2025).
Namun, lanjut Marty, Israel justru menentang konsep itu dan berusaha agar Palestina tidak mencapai kemerdekaan.
Bahkan, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terus-teruskan melancarkan serangan tak hanya ke Israel, tapi juga negara tetangga lainnya seperti Yaman, Suriah, dan Qatar.
Marty menegaskan konsep solusi dua negara tak bisa diartikan bahwa Israel akan “bebas dan merdeka” begitu saja. Dia menyatakan Israel harus mengakui segala perbuatannya kepada rakyat Palestina dan bertanggung jawab atas tindakan mereka selama ini.
“Perlu juga ditopang dengan desakan penegasan bahwa tindakan Israel ini has to be held accountable. Para pemimpin Israel saat ini harus bertanggung jawab pada tindakannya. Jadi dalam upaya kita menciptakan two-state solution jangan sampai seolah-olah ada kesetaraan,” tambahnya.
Marty pun mengingatkan, dunia harus mendesak agar semua teritori negara Palestina yang dicaplok pada 1967, termasuk Yerusalem Timur, kembali seperti semula. Karena itu, dia berharap sikap Indonesia ini tak hanya berhenti pada pidato Presiden Prabowo, tapi terus lantang menyuarakan hal ini demi kemerdekaan Palestina.
“Pendek kata, two-state solution itu ada footnote-nya, ada catatan pinggirnya yang sangat penting untuk Indonesia juga terus suarakan agar jangan sampai ada semacam freebies. There is no free lunch, Pemerintah Israel harus mempertanggungjawabkan tindakan selama dua tahun terakhir ini,” tegasnya. FB03
