Awas! Modus Penipuan Belanja Online Lewat Tawaran Pengiriman Langsung

(tangkapan layar) Salah satu oknum toko fiktif yang menawarkan sistem pengiriman langsung di Tokopedia. Foto: Dok Pribadi
(tangkapan layar) Salah satu oknum toko fiktif yang menawarkan sistem pengiriman langsung di Tokopedia. Foto: Dok Pribadi

Belanja online sudah menjadi kegiatan yang lumrah dilakukan masyarakat Indonesia, termasuk untuk membeli barang-barang rumah tangga. Namun, ada saja oknum-oknum penipu yang berusaha mencari mangsa dengan membuat toko-toko palsu di e-commerce.

Salah seorang ibu di Bekasi berinisial UF (46), menceritakan pengalamannya yang baru-baru ini hampir saja menjadi korban penipuan. Tepatnya, saat wanita paruh baya ini sedang mencari Air Conditioner (AC) portable untuk ruangan di Tokopedia.

UF lalu menemukan satu toko yang menjajakan barang yang dicari dengan harga cukup terjangkau bernama Grosir Salsa63. UF yang membutuhkan barang itu dalam waktu cepat karena akan menggelar acara bertanya apakah toko bisa dikirim dalam hari yang sama.

“Saya tanya melalui ruang chat, dibilang bisa dikirim instan, lalu dia minta nomor WhatsApp dengan alasan untuk keperluan pengiriman dan penerimaan barang,” kata UF kepada terusterang.id, Senin (22/09/2025).

Setelah bertukar WA, pihak toko, yang tidak diketahui namanya meminta UF sebagai calon korban untuk memiih kurir. Kemudian, pelaku menyampaikan agar prosesnya bisa lebih cepat UF bisa langsung klik link yang diberikan untuk memilih jasa kurir.

UF, yang sudah membayar melalui platform Tokopedia sebesar Rp 1.634.012 ternyata kembali dimintakan nomor rekening. Alasannya, untuk pengembalian uang karena proses pengiriman instan disebut bisa dilakukan tanpa melalui jasa instan di Tokopedia.

“Karena pengiriman tidak memakai jasa instan Tokopedia, kata penjualnya uangnya mau dikembalikan agar diarahkan ke COD saja,” ujar wanita berjilbab tersebut.

Bahkan, penjual meminta UF melakukan capture atau screen shot rekening terakhir di akun bank. Kemudian, diberi barcode dan diminta mengikuti arahan-arahan dari toko. Setelah diklik, muncul permintaan debit yang harus lebih dari Rp 9 juta.

Beruntung, UF yang sudah curiga, sebelum mengklik barcode sudah memindahkan uang yang ada di rekeningnya. Status saldo yang tidak mencukupi itu membuat transaksi ilegal tersebut tidak berhasil. Tapi, UF minta barang tetap dikirim melalui COD.

“Saya balik ke chat, saya minta tetap dikirm dan bilang ke dia akan dibayarkan cash ketika barang sampai, tapi sudah tidak ada respons lagi dari toko,” kata UF yang mengaku bersyukur tidak menjadi korban penipuan toko fiktif tersebut.

Tokopedia sendiri lewat Tokopedia Care sebenarnya sudah membagikan tips-tips untuk menghindari penipuan seperti itu. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan untuk menghindari kamu jadi korban penipuan di Tokopedia:
– Pastikan semua komunikasi dilakukan melalui platform Tokopedia
– Pastikan melakukan transfer dana dengan nominal sesuai tadihan di halaman pembayaran
– Segera cek barang yang diterima apakah sesuai kriteria yang dibeli
– Bila barang tidak sesuai, segera laporkan melalui Pusat Resolusi Tokopedia
– Segala kesepakatan pengembalian barang antara penjual-pembeli wajib melalui platform Tokopedia
– Wajib hati-hati kepada pihak yang menghubungi melalui telfon, SMS, atau media apa pun untuk menawarkan hadian, pinjaman online, dan penawaran lain yang mengarahkan untuk melakukan transfer uang
– Bila terlanjut melakukan transaksi yang mengindikasikan penipuan, jangan ragu segera hubungi Tokopedia Care. (WS05)