Kata Wamen Pendidikan, Sains dan Teknologi MBG Tingkatkan Kemampuan Matematika dan Bahasa Inggris

Wakil Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, saat memberi sambutan dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Institut Teknologi Bandung, Jumat (08/08/2025).
Wakil Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, saat memberi sambutan dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Institut Teknologi Bandung, Jumat (08/08/2025).

Wakil Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, memuji program Makan Bergizi Gratis (MBG). Profesor yang meraih sarjana dari Harvard University dan Ph.D dari Northwester University ini menyebut, MBG bisa meningkatkan kemampuan matematika dan Bahasa Inggris.

Saat mengunjungi stan Badan Gizi Nasional (BGN) di Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Institut Teknologi Bandung, Jumat (08/08/2025), Stella turut memberi edukasi MBG. Ia menekankan, setiap hari jadi kesempatan luar biasa anak-anak untuk belajar.

“Setiap hari adalah kesempatan luar biasa bagi anak-anak untuk belajar. Dengan program MBG, anak-anak tidak hanya mendapatkan gizi yang baik, tetapi juga belajar menghitung dan mengenal bahasa Inggris melalui jenis-jenis makanan,” kata Stella dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (09/08/2025).

Pujian Stella kepada program MBG tidak berhenti sampai di situ. Stella turut mengemukakan pandangannya kalau berdasarkan bukti-bukti ilmiah, program MBG yang dijalankan pemerintah dapat memotivasi, mengasah daya ingat, sekaligus meningkatkan semangat belajar anak-anak.

“Berdasarkan bukti ilmiah, program ini dapat menjadi sarana motivasi dan pemicu untuk mengasah daya ingat serta pengetahuan anak-anak secara efektif,” ujar Stella.

Sebelumnya, pujian terhadap program MBG turut diberikan Kepala BGN, Dadan Hindayana. Ia menyatakan, tingkat kehadiran siswa di sekolah naik hingga 95 persen setelah ada MBG. Menurut Dadan, sebelum ada MBH Kehadiran siswa di sekolah hanya sekitar 70-80 persen.

“Sekarang, berkat MBG jadi 95 persen. Bahkan, ada cerita dari Papua, seorang cucu yang awalnya setiap pagi mesti dibangunkan dulu oleh neneknya untuk pergi ke sekolah, sekarang malah si cucu itu yang membangunkan neneknya pagi-pagi karena semangat mau dapat MBG,” kata Dadan saat mengunjungi Antara Heritage Center di Jakarta Pusat, Rabu (6/8). (Antara/WS05)