Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, tercatat mengalami sembilan kali erupsi beruntun dalam 12 jam terakhir. Erupsi membumbung dengan tinggi kolom abu vulkanik bervariasi antara 400-700 meter dari puncak.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Minerak (ESDM) mencatat erupsi kesembilan terjadi pada Sabtu (07/08/2025) malam pukul 00.57 WIT. Dengan tinggi kolom teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 1.725 meter di atas permukaan laut.
“Aktivitas vulkanik tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi gempa selama 48 detik,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Ibu, Axl Roeroe, Sabtu (09/08/2025).
Menurut Axl, kolom abu dari erupsi tersebut teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Gunung Ibu tercatat mengalami erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 700 meter yang berdurasi 74 detik, pada Jumat (8/8) pagi pukul 08.26 Wita.
Mayoritas dari enam erupsi setelahnya tidak teramati akibat kabut dan kondisi visual dari pos pengamatan. Gunung Ibu masih berstatus Level III atau Siaga. Badan Geologi rekomendasikan masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak beraktivitas radius dua kilometer dari kawah.
“Serta, wilayah sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara,” ujar Axl.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker atau pelindung hidung dan mulut serta kaca mata saat aktivitas di luar ruangan. Badan Geologi juga meminta semua menjaga kondusivitas situasi, tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.
Pemkab Halmahera Barat diminta untuk terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung Jawa Barat atau Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici. Hal itu perlu dilakukan untuk memperoleh informasi terkini terkait aktivitas vulkanik. (Antara/WS05)
