Presiden AS, Donald Trump, mengaku telah memerintahkan Departemen Perdagangan untuk mulai menyusun sensus baru berdasarkan data-data modern dan tidak memasukkan imigran ilegal dalam perhitungan. Terutama, menggunakan informasi dari Pemilu Presiden 2024 lalu.
“Mereka yang berada di negara kita secara illegal tidak akan dihitung dalam sensus,” tulis Trump lewat platform Truth Social, Kamis (07/08/2025).
Konstitusi AS sendiri memang mewajibkan sensus dilakukan setiap 10 tahun. Sensus terakhir dilakukan saat masa jabatan pertama Donald Trump sebagai Presiden AS, yang mencatat jumlah penduduk AS sebanyak 331 juta jiwa atau naik 7 persen dibanding satu dekade sebelumnya.
Perintah Trump itu muncul di tengah langkah pemerintahannya menyusun ulang batas-batas distrik pemilihan legislatif yang menguntungkan Partai Republik menjelang pemilu pendahuluan tahun depan. Pekan lalu, puluhan anggota parlemen dari Partai Demokrat meinggalkan Texas.
Hal itu dilakukan dalam aksi boikot untuk menggagalkan rencana Partai Republik mengubah peta daerah pemilihan. Gubernur Texas, Greg Abbott, memerintahkan Departemen Keamanan Publik untuk mencari, menangkap, dan memulangkan legislator Demokrat ke ruang sidang DPR. (Antara/WS05)
