PBB: Dalam 2 Hari 100 Lebih Warga Gaza Tewas Saat Mencari Makanan

Sejumlah warga membawa bantuan kemanusiaan di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, Palestina (1/8/2025).
Sejumlah warga membawa bantuan kemanusiaan di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, Palestina (1/8/2025).

Wakil Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq mengatakan, sejumlah besar warga Gaza dilaporkan terus terbunuh dan luka-luka saat mencoba memperoleh bantuan makanan. Ia menegaskan, tidak ada seorang pun boleh dipaksa mempertaruhkan nyawanya untuk mencari makanan.

“Menurut rekan-rekan hak asasi manusia kami, lebih dari 100 orang tewas dalam dua hari terakhir saja. Sementara, ratusan lainnya luka-luka di sepanjang rute konvoi makanan atau di dekat pusat distribusi militer Israel,” kata Haq, Sabtu (02/08/2025).

Haq menekankan, warga sipil harus selalu dilindungi, dan penyaluran bantuan di tingkat masyarakat dalam skala besar harus difasilitasi, bukan dihalangi. Ia menilai, kurangnya bahan-bahan kebutuhan pokok selama berbulan-bulan telah memperdalam krisis di Jalur Gaza.

Kondisi itu hanya dapat ditanggulangi melalui aliran bantuan tanpa batas ke Gaza. PBB sendiri terus menghadapi rintangan dan bahaya di sepanjang rute yang disediakan oleh Israel. Padahal, mereka harus memiliki akses yang cepat, aman, dan tanpa hambatan untuk mengirim bantuan.

Mengutip OCHA, Haq menyampaikan, bantuan yang telah masuk ke Gaza sejauh ini masih tidak mencukupi.  Pun, lanjut Haq, rute yang diperintahkan otoritas Israel untuk dilalui tim-tim yang membawa bantuan kemanusiaan belum memadai, bahkan sering tidak dapat dilalui.

“Rute yang diperintahkan otoritas Israel untuk dilalui tim kami masih belum memadai dan seringkali berbahaya, padat, atau tidak dapat dilalui,” ujar Haq.

Israel sendiri menolak seruan internasional untuk gencatan senjata dan terus melancarkan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Sudah lebih dari 60.300 warga Palestina tewas akibat kekejaman militer rezim Zionis, yang sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Serangan pengeboman tanpa henti oleh militer Israel itu turut menghancurkan daerah-daerah kantong Palestina dan menyebabkan kelangkaan makanan. Parahnya, otoritas Israel masih menyulitkan bantuan-bantuan kemanusiaan untuk masuk ke Gaza, termasuk dari PBB. (Antara/WS05)