Humor Gus Dur dan Cerita Seorang Ibu yang Anaknya Masuk Kristen

Mahfud MD bersama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Foto: Dok Pribadi
Mahfud MD bersama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Foto: Dok Pribadi

Gus Dur adalah mantan Presiden Indonesia yang juga seorang kyai dan pemikir Islam yang inklusif. Pemikiran Gus Dur tetang toleransi beragama menginspirasi banyak orang.

“Saya melihat Gus Dur Rilex sekali bercerita (perbedaan agama), bahwa agama itu tidak perlu dipertentangkan,” kata Mahfud MD dalam Podcast Ruang Sahabat, (2/8/2025).

Ketegangan antar umat beragama, sering kali diurai oleh Gus Dur dengan cara yang unik. Salah satunya dengan kisah humor.

“Ada seorang Ibu nangis berdoa pada Tuhan, Ya Allah saya punya anak lima tapi yang satu masuk Kristen, mohon di tunjukkan Ya Allah (agar Kembali muslim). Lalu Tuhan menjawab katanya, kamu punya anak lima masih empat yang Islam. Saya punya anak satu-satunya masuk Kristen juga,” ujar Mahfud menceritakan humor Gus Dur.

Mahfud mengaku terpengaruh cara berfikir Gus Dur lewat humor yang disampaikan Gus Dur. bagi Mahfud, humor Gus Dur banyak memiliki makna yang mendalam, khusunya terkait Islam yang inklusif, Islam yang terbuka dan toleran.

“Perbedaan tidak perlu diperttentangkan, hal-hal yang bisa dipertemukan kerjakan bersama, apa itu? yaitu membangun keadilan, menjaga kebersihan lingkungan, tegaknya hukum, tegaknya demokrasi, itu kalimatun sawa,” papar Mahfud menjelaskan humor Gus Dur tentang toleransi beragama.

Bagi agama apapun, lanjut Mahfud, tujuannya sama, membangun keadilan. “Adapun persoalan ibadah tetap seuai agama masing-masing. Di Pesantren tidak pernah diajari permusuhan, pungkas Mahfud. (JIR01)